Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Muslim Norwegia Desak Krekar Keluar Dari Negara

E-mail Cetak PDF
OSLO (Berita SuaraMedia) – Kaum Muslim di Norwegia Utara menginginkan Mulla Krekar, pengungsi Kurdi dan bekas pemimpin organisasi Islam, Ansar al Islam, keluar dari negaranya.

Ahmed Aadan Warsame dari Asosiasi Keluarga Somalia di Tromso mengatakan bahwa pernyataan Krekar menyakiti kaum Muslim Norwegia dan karena itu merupakan sebuah bahaya bagi generasi Muslim Norwegia mendatang.

Bersama dengan semakin banyak kaum Muslim lainnya ia menolak keberadaan Krekar.

"Kami secara umum menolak Mulla Krekar, para pendukungnya dan semua yang ia bela. Kami menginginkan kedamaian dan ketenangan bagi anak-anak kami di masa depan."

"Kami adalah warga negara Norwegia dan bagian dari masyarakat Norwegia, dan kami tidak menginginkan pernyataan seperti yang dilontarkan oleh Krekar."

Ia berharap Krekar segera meninggalkan Norwegia.

"Dia bukan orang baik. Semua orang tahu siapa dia. Saya tidak mengerti mengapa negara Norwegia menghabiskan begitu banyak uang untuknya di pengadilan dan sebagainya."

"Krekar bukan seorang Muslim yang baik. Muslim  yang baik adalah yang peduli terhadap sesamanya, baik itu orang Kristen, Yahudi, atau Budha, dan menghormati agama mereka."

Dalam sebuah wawancara terbaru, Krekar mengatakan bahwa ia berharap Osama bin Laden dan pemimpin Islam lainnya akan menjadi kepala sebuah negara super Islam.

"Kaum Muslim akan menjadi seperti bangsa Yahudi di Eropa, tepat sebelum mereka mendirikan kekhalifahan. Tanpa sebuah negara kita tidak akan memiliki nilai-nilai," ujar Krekar dalam wawancara dengan kanal televisi al Hiwar.

Wawancara itu disiarkan di kanal satelit Arab pada bulan Oktober, dan dapat diakses di Youtube.

Dalam wawancara itu, Krekar berbicara dengan akademisi Islam Azzaz Tamimi. Dalam wawancara panjang yang dilakukan di rumah Krekar di Gronlond, Oslo, ia juga membahas tentang persyaratan untuk dialog dengan Barat. Dalam konteks ini Krekar mengklarifikasi pemikirannya tentang Osama bin Laden dan Al Qaeda.

"Ketika kita memiliki sebuah negara Islam, yang dipimpin oleh seseorang seperti Osama bin Laden, dengan menteri luar negeri seperti Gulbuddin Hekmatyar atau Ayman Al-Zawahiri, pada saat itulah kita baru dapat berbicara dengan mereka (Barat) sebagai pihak yang sejajar," ujarnya.

Dalam wawancaranya, Krekar menggunakan kata "kekhalifahan" untuk menggambarkan negara yang ia lihat dikepalai oleh  pimpinan Al Qaeda itu.

"Kekhalifahan adalah tujuan akhir gerakan ini. Para jihadis menganggap semua perbatasan wilayah itu tidak sah. Dengan perkecualian emirat Islam di bawah kekuasaan Taliban, tidak ada satu negara pun hari ini yang sah di mata mereka. Para jihadis terlibat dalam memenangkan kontrol wilayah, dan mendirikan emirat mereka pikir akan meluas dan saling menumpuk dan kemudian tumbuh bersama menjadi satu unit di atas nasional," ujar Brynjar Lia dari Pembentukan Penelitian Pertahanan Norwegia.

Krekar mengatakan bahwa ketika kekhalifahan semacam itu telah terbentuk barulah relevan untuk melakukan dialog. Jika AS menarik diri keluar dari dunia Islam dan Israel musnah, maka jihadis akan mempertimbangkan sebuah dialog. Barat dapat terus ada selama mereka menerima kekhalifahan sebagai kekuasaan yang dominan di dunia. (rin/ie/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon