Manajer stasiun radio tersebut sedang mempersiapkan untuk memperkenalkan sejumlah strategi baru, termasuk membuat lebih banyak materi dengan sudut pandang etnik.
Mark Damazer, pengendali stasiun, sadar bahwa Radio 4 dianggap terlalu "kulit putih" dan bulan ini ia menemui para penggiat kampanye kesetaraan ras untuk membahas gerakan yang akan membuat tenaga kerja stasiunnya lebih beragam, The Telegraph melaporkan.
Sebagai bagian dari gerakan tersebut, Radio 4 baru-baru ini menyiarkan kebangkitan fundamentalisme Hindu di Inggris, yang dibawakan oleh Navdip Dhariwal, sementara Gurinder Chadha, sang sutradara film, telah membicarakan pengaruh akar Asia dan Inggrisnya dalam sebuah wawancara profil.
Ashok Viswanathan, dari Operation Black Vote, mengatakan setelah pertemuan dengan Damazer bahwa ia optimis Radio 4 berkomitmen mengubah program-program acaranya dan perwakilan etnis minoritas dalam tenaga kerjanya.
"Radio 4 masih terlalu putih namun respon mereka terhadap kritik telah sangat positif," ujarnya.
Perombakan dalam kebijakan BBC tersebut tidak lama terjadi setelah pemimpin Partai Nasional Inggris (BNP), Nick Griffin telah menggunakan penampilannya di Question Time untuk menghujat Islam dan membela kepala Ku Klux Klan di masa lalu.
Dia juga mengatakan kepada sebagian besar penonton yang marah bahwa Winston Churchill akan menjadi pendukung BNP jika ia masih hidup, dan pada satu tahap menyebutkan pria gay "menyeramkan".
Menteri Peter Hain mengatakan BBC telah melegitimasi "racun rasis" BNP.
Tapi korporasi itu membela undangan ke pemimpin partai anti-imigrasi untuk tampil, mengatakan itu kewajiban mereka untuk tidak memihak.
Salah satu panelis, Kehakiman Jack Straw, mengatakan ini telah menjadi "minggu penuh bencana bagi BNP karena untuk pertama kalinya pandangan dari BNP telah diteliti dengan benar".
Griffin mengatakan kepada BBC program itu telah menjadi "Program menghajar Nick Griffin bukannya Question Time". Dia menambahkan bahwa dari 25 atau begitu tuduhan yang dibuat terhadap dirinya dalam program itu, ia hanya diizinkan untuk menjawab empat atau lima dari mereka dan itu "sangat tidak adil".
Ia ditanya oleh seorang penonton tentang mengapa ia telah menggambarkan Islam sebagai "iman yang jahat dan keji ".
Griffin mengatakan agama itu memiliki "hal-hal baik ... Islam tidak akan membiarkan bank-bank merajalela" tapi itu tidak cocok dengan "nilai-nilai fundamental dari masyarakat Inggris, kebebasan berpendapat, demokrasi dan persamaan hak bagi perempuan".
Referensi ke "orang pribumi" Inggris itu mendorong anggota panel untuk menantang dia mengatakan bahwa yang ia maksudkan itu adalah orang kulit putih. Namun, Griffin mengatakan warna itu "tidak relevan". (rin/nk/sm) www.suaramedia.com














