Ribuan pengikut menggelar reli di luar sementara Zaldy Ampatuan, gubernur wilayah otonom Muslim, mengatakan bahwa keluarganya telah menyewa satu tim pengacara untuk membela saudara laki-lakinya, yang telah ditahan sebagai tersangka utama dalam pembantaian tanggal 23 November ini.
Ampatuan mengatakan bahwa ia dan ayahnya, yang juga dikaitkan dengan pembunuhan biadab yang dikecam dunia ini, tidak bersalah.
Ia meminta publik untuk menghormati hukum dan tidak menghakimi saudara laki-lakinya itu, menambahkan bahwa ia akan menolak rencana menteri dalam negeri Presiden Gloria Macapagal Arroyo untuk menonaktifkan dirinya dan beberapa pejabat lain dari wilayah otonom yang ia kepalai.
"Kami telah dihakimi secara dini dan tanpa bukti," ujar Ampatuan kepada lusinan jurnalis di rumahnya di kota Shariff Aguak, ibukota provinsi Maguindanao, sekitar 545 mil selatan Manila.
Dalam sebuah demonstrasi untuk memberikan dukungan, 30 walikota dari wilayah tersebut datang ke rumah Ampatuan. Sekitar 2.000 pengikut, sebagian besar anak-anak muda, menggelar reli di luar rumah, meneriakkan slogan "Hidup Ampatuan".
Ribuan tentara, yang diperkuat dengan sejumlah tank, telah melucuti senjata 400 milisi yang loyal kepada Ampatuan dan telah mengambil alih kekuasaan Maguindanao di Shariff Aguak. Arroyo berada di bawah tekanan domestik dan internasional untuk mengambil langkah keras terhadap Ampatuan, sekutu politik sejak dulu.
Sebuah konvoi orang-orang yang berencana untuk memasukkan berkas pencalonan atas Wakil Walikota Esmael Mangudadatu dari kota Buluan, Maguindanao, yang ingin menantang Zaldy Ampatuan untuk posisi gubernur, disergap pada tanggal 23 November. Lebih dari 30 jurnalis diundang untuk meliput acara bersejarah itu, karena belum pernah ada yang mencalonkan diri melawan Ampatuan dalam beberapa tahun terakhir.
Secara keseluruhan, 57 orang tewas ditembak dalam jarak dekat dalam sebuah serangan paling mematikan di dunia terhadap media. Para pria bersenjata itu dituding dipimpin oleh saudara laki-laki Zaldy, Andal Ampatuan Jr., yang kini menghadapi tuntutan pembunuhan. (rin/fn) www.suaramedia.com
- Patahkan Hal Tabu, Imam Masjid Turun Tangan Perangi AIDS
- Meningkatnya Sentimen Anti-Islam Pasca Tragedi Fort Hood
- Italia Perangi Islam Lewat Lambang Bendera Negara
- Cendekiawan Islam Ciptakan Kota Al-Quran Dalam Dunia Maya
- Sang Raja Kari Tuntut Inggris Hentikan Masuknya Imam Radikal














