Sir Gulam Noon, salah satu donatur paling dermawan dari Partai Buruh, mengatakan bahwa imam-imam asing telah mendapat kelonggaran untuk meradikalisasi ribuan generasi muda Muslim di sejumlah Masjid.
Tuntutannya itu keluar dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari peringatan serangan, yang menewaskan 173 orang dalam tiga hari kekacauan. Noon terperangkap di lantai tiga Hotel Taj selama 10 jam sementara lusinan orang yang berada di kamar-kamar di sekitarnya dibunuh.
Dikenal sebagai Raja Kari karena menjual 1.5 juta porsi makanan siap saji ala India itu tiap minggu, ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut telah membuatnya semakin tidak toleran terhadap para ulama asing, yang ia yakini mendoktrin generasi muda Muslim Inggris.
"Menyaksikan apa yang saya lihat dalam jarak dekat, kekerasan dan penderitaan yang ditimbulkan atas nama agama yang saya anut, saya terkesima mendengar dari teman-teman saya di dalam komunitas bahwa para ulama radikal masih berdatangan ke negeri ini dan memuji serangan-serangan oleh Al Qaeda dan misi-misi bunuh diri. Ada batasan untuk kebebasan berbicara. Para ekstremis yang membicarakan persetujuannya terhadap aksi para pengebom bunuh diri harus dikirim kembali ke negara asalnya," ujar Noon.
Noon, 73, yang lahir dan dibesarkan di Mumbai, mengatakan bahwa bencana yang menimpanya itu dimulai saat ia melangkah masuk ke dalam lift di hotel berbintang lima itu untuk menuju ke kamar suitenya di lantai tiga dan makan malam bersama saudara laki-laki serta keempat koleganya. Dari arah belakang ia mendengar beberapa suara letusan keras, namun tidak berpikir apa-apa tentang itu. "Saya mendengar sesuatu yang saya kira kembang api dari sebuah pesta pernikahan. Namun satu menit kemudian seorang karyawan hotel lari melewati saya dan mengatakan bahwa ada tembakan," ujarnya. Noon dan teman-temannya disuruh karyawan itu untuk melindungi diri mereka di dalam kamar. Saat itu pukul 9.30 malam, dan mereka tidak keluar dari kamar hingga pukul 7 keseesokan paginya.
Saat penembakan berakhir, tanggal 29 November, 173 orang telah terbunuh dan 308 lainnya terluka.
Noon, yang telah menyumbang lebih dari 300.000 pound untuk Partai Buruh, mengatakan bahwa ia bangga terhadap cara komunitas Muslim India merespon serangan itu. "Muslim India menolak untuk memakamkan sembilan teroris yang tewas dalam penyergapan. Mereka masih berduka. Itu adalah sebuah pesan simbolik yang bagus bagi seluruh India. Kini Inggris harus bersikap keras terhadap para imam radikal. Kita memiliki kekuatan untuk berbuat sesuatu," ujarnya.
Juru bicara Borders Agency Inggris mengatakan bahwa pemerintah telah memperkenalkan hukum baru untuk memaksa imam melalui tes bahasa Inggris yang lebih sulit dari sebelumnya sebelum diijinkan masuk ke Inggris. (rin/gd) www.suaramedia.com- Dikhianati, Penyusup Masjid Buka Informasi FBI
- Patahkan Hal Tabu, Imam Masjid Turun Tangan Perangi AIDS
- Meningkatnya Sentimen Anti-Islam Pasca Tragedi Fort Hood
- Italia Perangi Islam Lewat Lambang Bendera Negara
- Cendekiawan Islam Ciptakan Kota Al-Quran Dalam Dunia Maya














