Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Muslim Jerman Didesak Menahan Diri Dari Pembangunan Masjid

E-mail Cetak PDF
BERLIN (Berita SuaraMedia) – Menyusul sebuah referendum Swiss yang kontroversial untuk melarang Masjid dengan menara, menteri-menteri dalam negeri dari negara-negara bagian Jerman yang berasal dari Partai Demokratis Kristen pada hari Kamis merekomendasikan kaum Muslim untuk menahan diri ketika membangun rumah ibadah.

"Secara alami, kaum Muslim di Jerman memiliki hak untuk membangun Masjid. Namun mereka harus memastikan untuk tidak membuat populasi Jerman kewalahan dengan bangunan itu," ujar Menteri Dalam Negeri Hessian dari partai konservatif Demokratis Kristen, Volker Bouffier, kepada harian Neue Osnabrücker Zeitung.

"Menara atau kubah dari Masjid-Masjid besar yang mendominasi garis langit hanya akan menimbulkan rasa takut akan Islamisasi dan memicu protes," ujar Bouffier, menjelaskan bahwa menteri-menteri dalam negeri negara bagian akan membahas topik ini dalam konferensi reguler mereka pada hari Kamis.

Setelah itu, para menteri berencana untuk mengajukan permintaan kepada asosiasi Muslim agar menghindari struktur bangunan semacam itu, bahkan jika strukturnya legal menurut regulasi bangunan, sebagai tambahan dari "pengintensifan lebih jauh dialog dengan Muslim di Jerman."

Organisasi-organisasi seperti Konferensi Islam Jerman, sebuah inisiatif dari Kementerian Interior federal yang ditujukan untuk memelihara dialog antara kaum Muslim dengan pemerintah, merupakan cara untuk pemahaman yang lebih lanjut.

Upaya-upaya untuk mencegah pembangunan Masjid di Jerman telah menjadi pemberitaan utama di media-media nasional selama beberapa tahun terakhir. Bulan November ini, para pekerja di Cologne membuat terobosan sebuah Masjid besar futuristik dengan beberapa menara setinggi 55 meter setelah menarik banyak pemrotes dari seluruh benua, termasuk dari kalangan ekstremis sayap kanan.

Untuk menghindari memanasnya sentimen publik terhadap proyek tersebut, asosiasi Ditib Turki, yang mengatur pembangunan Masjid itu, setuju untuk tidak mengumandangkan adzan dari menara itu ke lingkungan sekitar dan menjaga agar tinggi bangunan tetap sama dengan gedung-gedung lain di sekitarnya.

Di distrik Pankow, Berlin, Masjid pertama yang dibangun di bekas Jerman Timur ini diresmikan pada bulan Oktober 2008 setelah dua petisi untuk mengadakan referendum ditolak. Sementara itu, para penduduk Gelsenkirchen, Munich, dan Dortmund kini sedang mengumpulkan tanda tangan untuk mencegah pembangunan Masjid di komunitas mereka.

Pertanda meningkatnya ketakutan terhadap Islamifikasi negaranya, penduduk Swiss pada hari Minggu mengadakan pemungutan suara untuk menerapkan larangan konstitusional tentang pembangunan menara di Masjid-masjid. Dua partai sayap kanan yang mengajukan usul tersebut menyebut menara Masjid sebagai simbol agenda politik Islam. (rin/tl) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon