Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Perancis Tolak Ikuti Kebijakan Anti-Menara Swiss

E-mail Cetak PDF
PARIS (Berita SuaraMedia) – Perancis tidak akan mengikuti jejak Swiss dan melarang pembangunan menara Masjid selama menara tersebut menyatu dengan sekitarnya, ujar Perdana Menteri Francois Fillon pada hari Jumat.

"Ada beberapa menara Masjid di Perancis dan mereka harus menyatu dengan lingkungan sosial dan urban dalam sikap yang harmonis dan beralasan," ujar Fillon dalam sebuah pidato yang disampaikan sebagai bagian dari perdebatan mengenai identitas nasional Perancis.

Referendum Swiss untuk melarang menara Masjid bergema di Perancis, yang merupakan rumah bagi minoritas Muslim terbesar di Eropa dan sedang membangun beberapa Masjid besar di Marseilles, Strasbourg, dan Paris.

Fillon mengatakan bahwa isu itu akan menjadi keputusan para walikota, berdasarkan regulasi perencanaan urban.

Muslim Perancis yang berjumlah lima juta memiliki kurang dari 2.000 Masjid, sebagian besar berada di ruangan kecil dan sederhana yang dijuluki "Masjid basemen".

"Saya memilih Masjid yang terbuka daripada basemen gelap," ujar Fillon.

"Yang harus kita perangi adalah fundamentalisme, bukan kaum Muslim. Kita jangan mencampuradukkan keduanya."

Perdana Menteri mengatakan bahwa Masjid-masjid baru akan memungkinkan Islam moderat untuk muncul, Islam yang sesuai dengan Perancis.

"Kita harus berjuang mengembangkan Islam Perancis bukannya menerapkan Islam di Perancis," ujarnya.

Pembangunan sebuah Masjid baru di Marseille, salah satu yang terbesar di Perancis, akan dimulai pada bulan April dan rencana pembangunannya juga akan mencakup sebuah menara setinggi 25 meter.

Fillon mengatakan bahwa Perancis menghormati semua agama, namun "pengIslaman secara agresif" tidak akan ditolerir.

Politisi sayap kanan Perancis telah menentang Masjid-masjid baru dan berusaha menghadang pembangunannya di beberapa kota melalui sejumlah upaya legal.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa 55% warga Perancis menentang larangan pembangunan menara dan 54% mengatakan bahwa referendum harus digelar untuk isu tersebut.

Hal tersebut nampak semakin kuat setelah Swiss menyetujui kebijakan anti-menara Masjid yang kontan menyulut sentiment anti-Islam terhadap umat Muslim tak hanya di negara tersebut, namun juga di seluruh dunia.

Sang Presiden, Hans-Rudolf Merz bahkan menyatakan larangan terhadap seruan adzan di negara tersebut karena dianggap mengganggu ketenangan publik.

"Kaum Muslim harus dapat mempraktikkan ajaran agamanya dan memiliki akses untuk membangun menara Masjid di Swiss. Namun seruan adzan tidak akan terdengar di sini," ujar Merz dalam sebuah video yang ditayangkan secara nasional.

Masyarakat Swiss melakukan pemungutan suara pada tanggal 29 November mengenai gerakan yang diluncurkan oleh kelompok sayap kanan untuk melarang pembangunan menara Masjid, yang didukung oleh partai politik terbesar di negara tersebut, Partai Rakyat Swiss (SVP). (rin/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon