Dengan cara ini, Wilders ingin menunjukkan bahwa kritiknya terhadap Islam adalah benar. Menurut Widers, Bouyeri adalah bukti nyata bahwa Islam adalah sumber inspirasi bagi kekerasan.
Persidangan atas Wilders akan dimulai pada tanggal 20 Januari. Ia dicurigai menimbulkan kebencian, diskriminasi, dan menghina sebuah kelompok melalui film anti-Islamnya Fitna.
Mohammed Bouyeri, seorang ekstrimis, divonis penjara seumur hidup atas pembunuhan terhadap Theo Van Gogh di tahun 2004. Baru-baru ini ia mengatakan pada jaksa penuntut bahwa membandingkan dirinya dengan Osama bin Laden adalah suatu kehormatan besar baginya.
Mohammed Bouyeri, yang telah bergabung dengan kewarganegaraan Belanda-Maroko, telah memberikan kesaksian di ruang pengadilan dan bersumpah akan melakukan hal yang sama lagi jika diberi kesempatan.
Pembunuhan di Amsterdam itu mengejutkan seluruh Muslim Belanda yang menyebutnya sebagai sebuah aksi teroris yang tak pernah diajarkan dalam Islam.
Bouyeri telah mengatakan pada pengadilan bahwa ia melakukan pembunuhan itu dengan alasan keyakinan relijius.
Memegang sebuah Al Quran, ia mengatakan bahwa "hukum membolehkanku untuk memenggal kepala siapa pun yang menghina Allah dan Nabinya."
"Aku tidak merasakan sakit yang kalian rasakan. Aku tidak merasa simpati pada kalian. Aku tidak merasa kasihan pada kalian karena kalian orang yang tidak beriman."
"Aku melakukan perbuatan ini karena keyakinan relijiusku. Aku ingin kalian tahu bahwa aku melakukannya karena keyakinanku dan aku tidak membunuhnya karena ia orang Belanda atau karena aku orang Maroko dan merasa terhina."
"Jika aku bebas, aku akan melakukannya lagi."
"Aku melepaskan tembakan untuk membunuh dan dibunuh. Kalian tidak akan paham."
Mohammed Bouyeri menembak Van Gogh delapan kali.
Sebelum dibunuh, Van Gogh telah menerima ancaman mati beberapa kali setelah filmnya yang berjudul Submission ditayangkan di Ducth TV.
Film tersebut menggambarkan kekerasan terhadap wanita dalam masyarakat Islam dan diproduksi bersama seorang politisi liberal Belanda Ayaan Hirsi Ali, seorang pengungsi Somalia yang melarikan diri dari sebuah perjodohan.
Ayaan Hirsi Ali sendiri telah berada dalam perlindungan polisi sejak film itu ditayangkan. Ia juga menerima ancaman mati dan telah keluar dari agama Islam.
Para saksi mata yang ada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa Van Gogh diserang ketika sedang bersepeda oleh seorang pria yang mengenakan pakaian tradisional Maroko, jallaba.
Baik tersangka maupun seorang petugas polisi menderita luka tembak dalam insiden itu.
Van Gogh, yang memiliki hubungan keluarga dengan pelukis terkenal Belanda, juga telah membuat sebuah film tentang Pim Fortuyn, sayap kanan populis, politisi anti imigrasi yang dibunuh bulan Mei 2002.
Film Submission menceritakan sebuah kisah tentang seorang wanita yang dipaksa menikah dan disiksa oleh suaminya serta diperkosa oleh pamannya. Film ini memicu kecaman dari kaum Muslim Belanda.
Belanda adalah rumah bagi satu juta Muslim yang membentuk 5.5% dari populasi total.
Wilders juga diketahui memanfaatkan jasa seorang Muslim sebagai pengacaranya selama menjalani sidang.
Dalam sebuah rilisan pers oleh Partai Kebebasan, Wilders berterima kasih kepada tiga orang:
"Saya ingin berterima kasih pada pengacara saya yang brilian, Arfan Khan atas kerja kerasnya. uga kepada ketua Birkenhead Society, A. Pandiya karena telah mendanai persidangan saya dengan sangat dermawan dan juga ahli hukum saya T. Emezie atas dukungannya."
Menarik untuk diketahui bahwa Tiki Emezie, ahli hukum Wilders, adalah orang kulit hitam. Abhijit Pandaya, ketua Birkenhead Society, yang mendukung nilai-nilai Inggris, adalah keturunan India - Uganda, dan Arfan Khan, pengacara dan juga anggota Birkenhead, adalah seorang Muslim. (rin/ie/as/bbc/sm) www.suaramedia.com














