"Tahun ini kami mengumpulkan dana hingga mendektai satu juta dolar," ujar M. Daud Mohmand, koordinator acara dari Islamic Relief AS, organisasi penyelenggara.
"Ini adalah acara hiburan Muslim paling sukses di AS."
Koncer "Malam Inspirasi" diselenggarakan oleh Islamic Relief, organisasi nonpemerintah Muslim terbesar di Amerika dan Barat, untuk tahun keempat berturut-turut.
"Islamic Relief adalah organisasi Muslim pertama yang melakukan acara hiburan di AS ini."
Konser tahun ini melibatkan sebuah kelompok rap Native Deen, artis internasional Dawud Wharnsby, dan penyanyi serta penulis lagu Idris Philips.
"Upaya Islamic Relief untuk membantu anak-anak yang membutuhkan sesuai dengan tujuan Native Deen untuk menginspirasi anak-anak, karena itulah kami selalu berpartisipasi," ujar Joshua Salam, anggota kelompok tersebut.
Wharnsby dan Philips, yang telah berpartisipasi dalam konser-konser Islamic Relief sebelumnya, selalu bersemangat untuk tampil dalam konser organisasi tersebut.
"Penontonnya luar biasa," ujar Philips.
Mohmand mengatakan bahwa Native Deen telah ikut serta sejak awal.
"Artis pertama kami di tahun pertama adalah Sami Yusuf, Native Deen, dan kelompok komedi Allah Made Me Funny," kenangnya.
Konser amal itu sebelumnya telah diadakan di Dallas, New Jersey, Detroit, dan Los Angeles.
Didirikan di Inggris tahun 1984 dengan misi memusnahkan kelaparan, penderitaan, buta huruf, dan penyakit di seluruh dunia tanpa peduli akan warna kulir atau ras, Islamic Relief kini menjadi yayasan amal pembangunan dan pemberi bantuan internasional Muslim terbesar di Barat.
Para pejabat Islamic Relief berharap pendapatan dari konser itu akan membantu tujuan utama mereka, menjangkau anak-anak di seluruh dunia.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran tentang anak-anak yang membutuhkan di seluruh dunia," ujar Belkacem Nahi, Koordinator Pembangunan untuk kawasan tenggara AS.
Menurut estimasi, terdapat sekitar 133 juta anak yatim piatu di seluruh dunia.
Donatur-donatur Islamic Relief saat ini mensponsori lebih dari 27.000 yatim piatu secara global melalui One-to-One Orphan Sponsorship.
"Terdapat banyak anak-anak di tempat-tempat seperti Afrika, Asia, dan Palestina," ujar Nahi.
"Kami harus menarik perhatian publik ke dalam hal ini."
"Sebagai kaum Muslim kami memiliki tanggung jawab untuk membantu, tidak hanya sesama Muslim, tapi seluruh umat manusia."
Duduk di antara penonton di aula yang besar, Yasmin Mahmoud mengatakan bahwa inilah tepatnya mengapa ia datang bersama dengan keluarganya.
"Kami melihat selebaran tentang ini dan menjadi bersemangat untuk datang," ujar ibu dua orang anak ini.
Ia ingin menanamkan pada diri anak-anaknya sejak dini keinginan untuk membantu sesama manusia.
"Kami secara umum mendukung Islamic Relief, namun membantu anak-anak adalah tujuan yang sempurna." (rin/io) www.suaramedia.com














