Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Kritik Jilbab, Bankir Jerman Diminta Mundur Dari Jabatan

E-mail Cetak PDF

BERLIN (Berita SuaraMedia) – Di tengah meningkatnya gelombang Islamophobia di Eropa, seorang mantan senator keuangan di Jerman menerima kritik keras atas komentar-komentar anti-Islam dan rasisnya.

Pada hari Minggu, Thilo Sarrazin, mantan senator keuangan Berlin dan saat ini anggota komite Bank Sentral Jerman menyerukan agar jilbab dilarang dikenakan di sekolah-sekolah Jerman.

Komentarnya itu keluar hanya empat bulan setelah pejabat tersebut melontarkan keluhan tentang warga Arab dan Turki yang tinggal di Jerman dalam sebuah wawancara dengan majalah budaya Lettre International.

"Banyak warga Arab dan Turki yang tinggal di kota ini, yang jumlahnya terus tumbuh akibat kebijakan yang buruk, tidak memiliki fungsi produktif selain sebagai penjual sayur dan buah-buahan," ujarnya kala itu.

Sarrazin, yang bergabung dengan Bank Sentral Jerman di bulan Mei, tujuh tahun setelah menjadi menteri keuangan Berlin, mengatakan bahwa ia hanya bertujuan menggambarkan persoalan kota, bukan mendiskreditkan kelompok etnis tertentu.

Pada tanggal 1 Oktober Sarrazin meminta maaf karena telah mengatakan bahwa Berlin memiliki terlalu banyak anak-anak "kelas bawah", terlalu sedikit kaum intelektual, dan terlalu banyak warga Arab dan Turki yang hanya sedikit memberikan kontribusi terhadap komunitas.

Dalam sejumlah pernyataannya yang kontroversial, Sarrazin juga menyindir sebuah rencana baru yang diajukan oleh Komisi Imigrasi Jerman yang akan mewajibkan orang-orang asing yang ingin tinggal di Jerman menandatangani "kontrak integrasi" untuk menghormati nilai-nilai Barat.

"Saya tidak perlu menghormati siapapun yang tinggal di luar negeri, menyangkal negara ini, tidak melakukan apa pun untuk mendidik anak-anaknya, dan hanya memproduksi lebih banyak gadis-gadis berjilbab," ujar Sarrazin.

Menyusul pernyataannya itu, Sarrazin menerima banyak kritik pedas, sebagian besar menyerukannya untuk mengundurkan diri.

Pada hari Minggu, Claudia Roth, pemimpin Green Party Jerman mengecam anggota dewan eksekutif itu, menyuruhnya segera mengundurkan diri.

Islam adalah agama terbesar ketiga di Jerman, namun negara Eropa itu seringkali dituduh bersikap memusuhi terhadap agama ini.

Para kritikus menuduh negara tersebut menerapkan hukum yang diskriminatif terhadap 3.3 juta penduduk Muslimnya, seperti legislasi yang lolos tahun 2006 tentang larangan mengenakan jilbab terhadap para pengajar di sekolah dan universitas.

Salah satu kasus terburuk serangan Islamophobik di Eropa, Marwa el-Sherbini, yang sedang hamil empat bulan kala itu, dibunuh dengan brutal pada tanggal 1 Juli di dalam sebuah ruang pengadilan di kota Dresden terlepas dari kehadiran polisi di ruangan itu.

Marwa menuntut tetangganya karena telah menghina dan menyebutnya teroris karena mengenakan jilbab.

Sementara insiden itu mengguncang dunia Muslim, negara dan media Jerman sejak saat itu berada dalam penyangkalan.

Presiden Bank Sentral Jerman, Axel Weber, mengatakan bahwa komentar Sarrazin itu telah merusak reputasi banknya. Namun, di bank tersebut, Weber sendiri tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan wakil-wakilnya. Keenam anggota dewan ditunjuk oleh Presiden Jerman atas permintaan pemerintah negara bagian dan federa. Dalam kasus-kasus serius perilaku buruk atau inkompetensi, dewan harus mengajukan permintaan pemberhentian kepada kepala negara Jerman, yang kemudian akan memecat anggota tersebut dari jabatannya. (rin/pv/bb) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon