Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Masjid Belgia Ajukan Izin Panggilan Adzan

E-mail Cetak PDF

BERINGEN, BELGIA (Berita SuaraMedia) – Anggota dewan perwakilan kota Beringen, Belgia, minggu ini akan memutuskan tentang isu pengeras suara untuk Masjid Fatih.

Masjid Fatih telah meminta kota untuk mengijinkan mereka mengumandangkan adzan. Mereka ingin memasang pengeras suara di luar Masjid sehingga suara adzan dapat terdengar hingga ke jalan-jalan. Masjid Fatih di Beringen adalah salah satu dari sedikit Masjid di Belgia yang memiliki sebuah menara.

Ketua pengurus Masjid, Centurk Yilmaz, hanya mengkonfirmasi bahwa permintaan itu telah diajukan. Selahattin Kocak (SP.A), salah satu anggota dewan perwakilan kota Beringen, mengatakan, "Saya harap kita dapat membuat sebuah keputusan dengan kehadiran penuh anggota dewan minggu ini. Hingga saat itu saya tidak akan membuat komentar apa pun, meskipun saya rasa kalian dapat menebak sudut pandang saya."

Menurut Anne Cuypers, salah satu anggota dewan, Walikota Marcel Mondelaers belum memberikan sikap. "Pertama-tama kami meminta saran dari semua instansi, seperti departemen lingkungan dan kepolisian terkait regulasi polusi suara, dan juga harus melihat seberapa sering mereka melakukan panggilan itu." Menurut Cuypers, asosiasi Muslim tidak ikut mengajukan permintaan untuk mengumandangkan adzan lima kali sehari.

"Pengeras suara? Itu keterlaluan," ujar anggota dewan dari partai Open VLD Jan Vanhammel. "Saya curiga bahwa komunitas Muslim hanya mencari sensai dan ingin melihat  bagaimana respon dari para politisi melalui proposal ini."  Koleganya dari Vlaams Belang, Berf Schoofs, mengatakan bahwa permintaan itu adalah pertanda radikalisasi. "Jika komunitas Muslim ingin mempromosikan keyakinannya dengan cara ini, mereka akan semakin terisolasi. Ini adalah sebuah provokasi dan jika eksekutif kota menyetujui hal ini, saya akan balas memprovokasi dengan meminta menara-menara itu dihancurkan."

Terlepas dari kehebohan di Beringen, permintaan Masjid Fatih itu bukan yang pertama. Di Genk, muazin telah lama mengumandangkan adzan di depan publik. "Mereka secara alami menjadi subyek yang sama dari peraturan tentang tingkat kebisingan seperti halnya lonceng gereja," ujar walikota Jef Gabriels. "Masjid-masjid itu melantunkan adzan lima kali sehari, namun di pagi hari mereka melakukannya dengan sangat pelan. Itu sebenarnya hanya simbolis. Untuk bekerjasama dengan kota, kaum Muslim mempertimbangkan untuk menggunakan panggilan adzan via SMS."

Di CGKR (Pusat untuk Kesempatan yang Setara dan Perlawanan terhadap Rasisme), mereka berharap Beringen akan menyetujui permintaan itu. "Pembunyian lonceng gereja adalah ekspresi beragama yang sama dan konstitusi mengatakan bahwa terdapat kebebasan beragama di negara ini," ujar ketua CGKR Jozef de Witte. "Saya harap dewan kota berpikir dua kali, karena larangan terhadap muazin juga berarti membatasi kebebasan kita sendiri."

Persatuan Masjid-masjid tidak ikut mengajukan permintaan itu. "Adzan adalah bagian dari sholat, namun tidak menjadi agenda untuk mengumandangkannya keras-keras di menara. Itu akan membuat orang-orang terbangun dan jelas bukan prioritas. Saya rasa berita tentang Beringen ini menimbulkan keributan akibat larangan menara di Swiss. Karena kaum Muslim sendiri sadar akan gangguan yang akan ditimbulkannya." (rin/ie) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon