Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Hina Muslim Libanon, Radio Australia Dituntut Ganti Rugi

E-mail Cetak PDF

SYDNEY (Berita SuaraMedia) – Penyiar radio Alan Jones dan atasannya di 2GB telah dituntut untuk membayar ganti rugi sebesar 10.000 dolar dan meminta maaf kepada pemimpin Muslim, Keysar Trad.

Trad, yang lahir di Libanon namun kini tinggal di Sydney, mengeluh kepada Pengadilan Keputusan Administratif di News South Wales atas serangkaian siaran radio di akhir bulan April 2005.

Dalam siaran itu, Jones menggambarkan pria Libanon sebagai "binatang merugikan" yang hanya "memperkosa, merampok, dan merampas sebuah negara yang menerima kehadiran mereka."

Pengadilan mengatakan bahwa siaran mencakup pandangan Jones bahwa Australia bukan masyarakat multiras melainkan monobudaya, dan bahwa ke-monobudaya-an ini terancam oleh "musuh dari dalam".

Jones berbicara tentang "pengendara mobil ugal-ugalan", yang ia identifikasi sebagai "generasi muda Muslim Libanon, dan sikap tidak hormat mereka terhadap polisi.

Pengadilan mengatakan bahwa Jones juga menginterpretasikan sebuah pidato memanas-manasi oleh seorang ulama Libanon Australia sebagai sebuah alasan untuk menghasut atau melakukan serangan seksual  oleh pria-pria Muslim terhadap kaum wanitanya.

Pengadilan mengatakan bahwa Trad diundang ke acara Jones itu dan, terlepas dari upaya menjauhkan diri dari komentar sang ulama, menjadi subyek kritik pedas Jones.

Jones mengatakan bahwa Trad adalah bagian dari kepemimpinan Muslim yang telah gagal mengambil tindakan apa pun terhadap sang ulama maupun pengemudi mobil yang ugal-ugalan.

Pengadilan menemukan bahwa komentar Jones, jika ditangkap secara keseluruhan benar-benar tidak masuk akal.

"Daripada bersemangat menganalisis bukti dan mengomentarinya, Jones tampaknya terdorong oleh prekonsepsinya sendiri untuk menempatkan interpretasi yang berlebihan dan terdistorsi mengenai beberapa fakta obyektif yang telah ia ketahui," bunyi keputusan tersebut.

Pengadilan memutuskan bahwa komentar Jones tentang banyaknya jumlah pemerkosaan, perampokan, dan perampasan oleh para pria Libanon terhadap negara adalah hiperbola ceroboh yang dilontarkan untuk memicu kemarahan dan membangkitkan semangat para pendengarnya.

Jones telah diperintahkan untuk membuat pernyataan maaf di depan publik.

Menanggapi keputusan tersebut, Keysar Trad mengatakan bahwa para penyiar radio harus lebih waspada akan pengaruh yang mereka miliki.

"Terkadang kita mendapat kesan bahwa mereka tidak menyadari betapa sakitnya dan betapa besar resiko yang ditimbulkan oleh komentar mereka," ujarnya.

"Mereka menciptakan resiko pelecehan, penganiayaan fisik, intimidasi, dan kehilangan pekerjaan."

Pada bulan Agustus 2007, seorang juri pengadilan menyatakan bahwa Jason Morrison, salah satu penyiar radio 2GB, telah mencemarkan nama baik Trad, namun hakim Peter McClelland memberikan pembelaan terhadap 2GB, sang hakim mengatakan bahwa pernyataan radio tersebut benar, hakim tersebut juga melindungi radio tersebut dan menyatakan bahwa komentar yang dikeluarkan adalah hal yang sesuai dengan fakta.

"Nyaris tidak dapat diragukan lagi bahwa pernyataan dari pihak penggugat adalah sebuah pernyataan yang sangat menghina, layaknya menghina kaum Yahudi dan homoseksual," kata hakim McClelland dalam putusan akhirnya.

Hakim Peter McClelland juga menyebut Keysar Trad, pria berdarah Libanon yang merupakan ayah dari 11 orang putra, sebagai seseorang yang berbahaya. (rin/abc/dt/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon