Namun satu hal yang menarik dari pemandangan tersebut, Sarwat dan keluarganya adalah Muslim yang taat.
"Kembali ke tahun 1970 ketika saya dan suami memulai tradisi mengundang para tetangga dan teman-teman Kristen kami untuk merayakan kebersamaan," ujar Sarwat Husain yang juga merupakan Presiden CAIR (Dewan Relasi Islam - Amerika) di San Antonio, Texas.
"Sejak saat itu, kami terus melakukannya setiap tahun."
Sarwat berkata bahwa tradisi tersebut dimulai bahkan sebelum dia tiba di AS dengan kedua orang tuanya.
Natal merupakan peringatan yang dirayakan umat Kristen di seluruh dunia untuk memperingati hari lahirnya Yesus (Nabi Isa) dan mencapai puncaknya pada 12 malam pada 24 Desember.
Umat Muslim meyakini Nabi Isa sebagai salah satu Rasul Allah dan putra dari Siti Maryam, namun bukan anak dari Tuhan. Kelahirannya merupakan salah satu bukti keagungan Allah, karena Nabi Isa lahir dari wanita yang masih perawan.
Dan dalam kasus penyalibannya, umat Muslim meyakini bahwa Nabi Isa diangkat ke surga.
Umat Muslim juga meyakini, Nabi Isa akan turun kembali ke bumi pada akhir zaman dan memerangi Dajjal Al-Masih.
Sarwat melanjutkan tradisi tersebut setelah dia menikah.
"Kami mengundang para tetangga dan sahabat-sahabat untuk merayakan kebersamaan."
Sarwat berkata bahwa dia tidak turut merayakan Natal, namun memiliki misi dalam perayaan tersebut.
"Ketika saya tiba di AS, saya terperangah oleh meriahnya perayaan ini, namun saya bertanya-tanya, Dari mana kisah Yesus dan ajarannya dimulai?"
"Kami tidak merayakan keyakinan tentang Natal, namun kami berkumpul dan saling berbagi bersama kerabat dan tetangga seperti yang diajarankan Islam."
Sarwat mengaku dia tertarik untuk menyebarkan kemuliaan Al-Quran ketika perayaan tengah berlangsung.
"Terutama mengenai sudut pandang Al-Quran tentang kisah Nabi Isa dan apa yang diajarkan beliau."
Sarwat juga menggunakan momen tersebut untuk beramal kepada gereja-gereja setempat yang biasanya digunakan untuk membeli kebutuhan bagi masyarakat dan anak-anak yatim piatu.
Dia mengaku bahwa sebelumnya dia dan suaminya tak pernah menemui kesulitan selama melakukan tradisi tersebut.
"Namun saat ini adalah saat-saat yang berbeda bagi umat Muslim. Terlalu banyak pertanyaan yang diberikan oleh orang-orang yang tidak mengerti dari mana Islam berasal."
"Untuk itulah saya selalu berusaha menjelaskan kepada mereka."
"Semua ini adalah tentang komunikasi dan pemahaman antar agama." (al/io) www.suaramedia.com














