Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Sambut 2010, China Buka Kembali Komunikasi Muslim

E-mail Cetak PDF

XINJIANG (Berita SuaraMedia) - Pemerintahan komunis China akhirnya bersedia membuka kembali akses telepon dan internet bagi penduduk di wilayah barat Xinjiang, yang sebelumnya telah ditutup total selama hampir enam bulan, media setempat melaporkan pada Selasa (29/12).

Penutupan total terhadap komunikasi, termasuk jaringan Facebook dan Twitter di seluruh negara, setelah adanya tragedi bentrokan antar ras di Xinjing pada Juli lalu. Hampir 200 warga etnik Uighur tewas dalam bentrokan tersebut, yang merupakan kelompok minoritas Muslim di negara tersebut, dalam sebuah perburuan oleh kelompok etnik mayoritas Han yang melakukan perburuan di jalan-jalan.

Jaringan internet dihentikan di seluruh provinsi, meski setelahnya pemerintah lokal akhirnya membuka jaringan internet namun dibatasi untuk berita-berita lokal dan laman pemerintah, menurut China Daily yang merupakan portal berita milik pemerintah.

Selain internet, jaringan SMS serta telepon juga diblokir.

Mendekati awal tahun 2010, pemerintahan China mulai membuka kembali akses komunikasi bagi warga Muslim Uighur, namun sementara hanya sebatas beberapa laman berita, termasuk Peoples Daily dan Xinhua. Menurut kantor berita Xinhua, mengutip salah satu pejabat pemerintah, bahwa layanan SMS dan telepon juga akan segera dibuka.

Pemerintah China mengklaim bahwa penutupan akses komunikasi tersebut adalah untuk menenangkan kondisi yang kala itu tengah genting, meski akhirnya berdampak pada ekonomi negara yang menjadi sulit, menurut sebuah laporan oleh pemerintah lokal provinsi Xinjiang.

Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang iklan internet  mengalami kelumpuhan dan harus mencari cara untuk menjangkau dunia luar.

Para pengamat telah menyebutkan beberapa perayaan sensitif tahun ini sebagai alasan blokade, namun tanggal-tanggal itu, termasuk hari ulang tahun kekuasaan komunis di China yang ke-60 pada tanggal 1 Oktober, telah berlalu.

"Kebenaran yang disayangkan adalah bahwa pemerintah China dapat menerapkan dan mempertahankan gangguan internet ini selama yang dibutuhkan," ujar Phelim Kine, seorang peneliti HRW di Hong Kong. "Pemerintah tak akan terpengaruh oleh kekhawatiran dari sektor bisnis, apalagi dari warga biasa."

Pada bulan Juli lalu, China juga menutup akses ke Masjid di seluruh distrik Urumqi.

"Masjid-Masjid itu tidak akan dibuka," ujar seorang laki-laki yang menjaga di Masjid besar Dong Kuruk Bridge, dengan menaranya yang menjulang tinggi. Pasukan dan kendaraan berlapis baja disiagakan di samping Masjid.

"Pemerintahan komunis tidak akan mengijinkan kami (untuk sholat di Masjid)," kata pria yang tidak ingin memberitahukan namanya.

"Menurut petunjuk dari atasan, kegiatan sholat di Masjid akan ditunda mulai hari ini," tulis sebuah pemberitahuan yang dipasang gerbang di dekat Masjid Guyuan. Pemberitahuan tersebut tertanggal pada hari Rabu. Siapa saja yang ingin sholat ... silakan melakukannya di rumah." (al/cio/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon