Pejabat perencanaan di Dewan Surrey Heath Borough keberatan dengan sebuah proposal untuk merobohkan sebuah sekolah tua dari jaman Victoria di London Road, yang saat ini digunakan oleh warga Muslim setempat, dan membangun sebuah Masjid tradisional sebagai gantinya.
Organisasi di balik rencana proyek ini mengatakan bahwa sebuah Masjid baru dengan area wudhu dan fasilitas kamar jenazah yang layak dibutuhkan untuk mengakomodasi populasi Muslim di Surrey Heath.
Namun, proposal itu dianggap bersifat kontroversial dan mendapat tentangan keras dari penduduk sekitar.
Komite perencanaan Surrey Heath akan memutuskan apakah akan memberikan ijin untuk pembangunan Masjid baru pada tanggal 11 Januari.
Panel beranggotakan 16 anggota dewan akan memberikan keputusan akhir mengenai aplikasi itu dan masih dapat menolak saran dari pejabat perencanaan.
Dalam laporan mereka kepada komite perencanaan, pejabat dewan mengatakan alasan utama mereka menentang Masjid baru itu adalah karena lokasinya merupakan area konservasi lokal.
Laporan itu mengatakan, "Area ini cukup tidak biasa dalam konteks Camberley, selama pembangunan baru dan penggantian yang tidak pantas belum mempengaruhi area ini secara signifikan. Ia merupakan salah satu dari sedikit lingkungan era Victoria dan Edwardia yang masih asli dan dekat dengan pusat kota."
Para pejabat itu mengatakan bahwa rencana Masjid beronamen itu akan menjadi tambahan yang tidak pada tempatnya pada area bersejarah ini.
Jika ijin diberikan, Masjid baru itu akan dibangun dalam bentuk tradisional dengan kubah utama setinggi 17 meter dan lima kubah yang lebih kecil.
Masjid itu juga akan memiliki serambi berpilar-pilar dengan desain Islam tradisional, dua menara dan akan dibangun menghadap ke Timur.
Namun, dikatakan bahwa menara itu hanya akan menjadi ornamen dan tidak akan digunakan untuk mengumandangkan adzan, seperti fungsi aslinya.
Kementerian Pertahanan telah mengatakan bahwa mereka menginginkan akses ke menara dibatasi demi keamanan Akademi Militer Kerajaan Sandhurst.
Bagaimanapun, laporan itu mengakui adanya keinginan kuat dari komunitas Muslim di area tersebut untuk memiliki tempat ibadah yang lebih baik.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Kesejahteraan Bengali menunjukkan bahwa 96% dari jamaah di Masjid menginginkan fasilitas wudhu yang lebih baik, 94% ingin area sholat yang lebih baik, 93% ingin lahan parkir yang lebih baik, dan 91% ingin fasilitas kamar jenazah.
Asosiasi tersebut telah menggunakan bangunan tersebut, yang dulunya adalah Sekolah Dasar Katolik Roma St. Gregory, sebagai Masjid sejak tahun 1996.
Di tahun 2002 Dewan Surrey Heath Borough memberikan ijin dirobohkannya sebagian sekolah itu untuk dibangun ruang tambahan.
Bagaimanapun, Asosiasi Kesejahteraan Bengali telah mengatakan bahwa kini muncul keinginan kuat untuk memiliki sebuah Masjid tradisional.
Dikatakan bahwa ruang jenazah dibutuhkan untuk melakukan ritual penguburan Islam dan fasilitas wudhu yang layak dibutuhkan agar para jamaah dapat membersihkan diri sebelum sholat.
Meskipun pejabat perencanaan menentang beberapa poin proposal, tidak ada keberatan yang diajukan dengan salah satu kekhawatiran utama dari penduduk sekitar, yaitu prospek kemacetan tambahan di jalanan setempat.
Terlepas dari laporan itu, anggota dewan masih harus membuat keputusan akhir di tengah pertentangan antara kedua pihak.
Saat ini dewan telah menerima 342 surat tentang aplikasi rencana dengan 243 keberatan dan 99 menerima.
Empat petisi telah diserahkan dengan total 586 tanda tangan menentang dan 808 menerima Masjid baru itu. (rin/gs) www.suaramedia.com














