Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Upaya Pembunuhan Incar Imam Masjid Swedia

E-mail Cetak PDF

MALMO, SWEDIA (Berita SuaraMedia) – Seorang pria bersenjata menembaki Masjid agung di kota Malmo, Swedia, ujar seorang saksi mata kepada Press TV hari Jumat kemarin.

Sekelompok Muslim sedang menghadiri pertemuan relijius di Masjid tersebut ketika mereka mendengar suara keras tembakan.

Peluru tidak mengenai sang imam, namun pecahan kaca yang terkena peluru melukainya. Kepolisian Swedia belum melakukan penahanan hingga saat ini.

Sang imam Masjid, Bejzat Becirov, mengatakan bahwa ia telah menjadi target ancaman berulang kali namun kebal terhadap mereka. Ia menambahkan bahwa polisi tidak pernah menahan siapa pun terkait ancaman dan serangan terhadap dirinya dan Masjid tersebut.

Polisi yang menyelidiki insiden ini melihatnya sebagai sebuah upaya pembunuhan. Saat ini belum diketahui apakah Masjid itu pernah menerima ancaman sebelum terjadinya insiden pada malam tahun baru itu.

Akhir tahun 2008 yang lalu, kemarahan berkobar di Malmo pada hari Minggu pagi ketika polisi anti huru hara menggunakan anjing untuk mengusir tiga pemrotes dari kantor basemen yang dimanfaatkan sebagai sebuah Masjid selama lebih dari 15 tahun, namun telah diperintahkan untuk ditutup pada tanggal 24 November.

"Pengusiran itu berjalan dengan tenang. Ada tiga orang di sana, berusia antara 16 hingga 18 tahun, ketika kami datang dan ketiganya telah dibawa untuk diinterogasi," ujar juru bicara kepolisian Skane, Mikael Persson.

Namun, di luar gedung, kerumunan orang telah berkumpul untuk menyuarakan rasa frustrasi mreka atas penutupan itu dan atas keputusan polisi untuk secara paksa menyingkirkan para pemrotes.

Bsem Mahmoud, juru bicara Asosiasi Pertemanan Swedia-Yordania, merasa bahwa polisi telah melanggar sebuah perjanjian dan menunjukkan ketidakhormatannya terhadap Masjid dengan masuk ke dalam memakai sepatu dan membawa seekor anjing.

"Saya takut ini akan memicu sebuah kerusuhan," ujarnya.

Ketiga pemuda itu dibawa ke kantor polisi dengan tuduhan melanggar masuk.

Tempat tersebut telah digunakan oleh Asosiasi Budaya Islam dan organisasi lainnya selama 15 tahun terakhir, hingga kelompok tersebut diinformasikan musim panas lalu bahwa ijin sewanya tidak akan diperbarui.

Perwakilan dari kelompok itu merasa bahwa langkah tersebut bersifat diskriminatif, sementara pejabat kota dan perwakilan dari perusahaan manajemen bangunan, Contentus, mengklaim bahwa keputusan itu adalah bagian dari sebuah upaya untuk mengubah sebuah taman sekitar dan ruang kantor di dekatnya untuk fungsi-fungsi baru.

"Kenapa mereka harus mengambil tempat kami?" tanya Mahmoud kepada surat kabar Sydvenskan pada bulan Agustus lalu ketika rencana itu diumumkan.

"Pihak kota dan Contentus dapat dengan mudah menemukan lokasi lain, mereka memiliki seluruh Malmo untuk dipilih."

Ruangan itu awalnya akan dipakai untuk kelas-kelas yang diorganisir oleh pejabat pemukiman kota, polisi, dan perusahaan perumahan untuk memberikan pengarahan kepada para pendatang yang baru datang tentng hak-hak dan tanggung jawab mereka sebagai penyewa apartemen di Swedia.

"Kelas itu akan menguntungkan seluruh wilayah, tidak hanya anggota asosiasi budaya," ujar anggota dewan setempat Ilmar Reepalu.

Setelah dikosongkan pada tanggal 24 November, ruang itu segera ditempati oleh sekelompok pemuda yang bersumpah akan menjaga lokasi tersebut sepanjang waktu hingga sebuah solusi yang lebih baik dapat ditemukan.

Namun, kepemimpinan Asosiasi Budaya Islam harus menjelaskan saat itu bahwa mereka tidak mau kelompoknya diasosiasikan dengan para pemrotes itu. (rin/pv/is/ie/tl) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon