Seorang pengurus Pusat Pendidikan Islam Orange County di Costa Mesa, California, melaporkan bahwa sebuah Al Quran yang telah terbakar ditemukan di pintu belakang Masjid saat sholat Jumat. Pengurus Masjid memberitahu CAIR bahwa satu Al Quran terbakar lain telah ditemukan di tempat yang sama satu bulan lalu dan bahwa Pusat Pendidikan tersebut telah mengalami vandalisme dalam tiga minggu terakhir.
Di Mission Viejo, California, para pelaku pengrusakan merusak papan iklan liburan antar agama milik kaum Muslim. Secarik kertas ditempel di iklan tersebut, menyatakan, "Tidak boleh ada mercusuar Islam di AS."
Iklan kaum Muslim itu memasukkan satu baris ayat dari Al Quran yang mendorong persatuan umat manusia dan mempromosikan keadilan. "Hai manusia! Kami ciptakan kalian dari sepasang pria dan wanita dan membuatmu menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal dan bukan saling membenci. Sebenarnya, yang paling mulia di antara kalian di mata Tuhan adalah ia yang paling adil." (Q.S. 49:13)
"Rakyat Amerika dari semua keyakinan dan pemimpin dari semua pendekatan politik harus menolak mereka yang akan memecah belah bangsa kita secara relijius atau rasial," ujar direktur eksekutif CAIR Los Angeles, Hussam Ayloush.
Ia mengutarakan bahwa CAIR baru-baru ini menyerukan meminta Presiden Obama untuk mengatasi apa yang disebutnya sebuah "kebencian anti-Islam di tingkat yang membahayakan dalam negara kita." Surat organisasi itu kepada Presiden Obama mengutip beberapa insiden anti-Muslim baru-baru ini, termasuk sejumlah kasus vandalisme di Masjid-masjid di seluruh penjuru negeri.
Ayloush mengatakan bahwa CAIR mendorong individu dan institusi Muslim Amerika untuk meninjau ulang saran mengenai prosedur keamanan yang mengandung "Perlengkapan Keselamatan Komunitas Muslim."
Sebuah jajak pendapat terbaru juga menunjukkan bahwa dua pertiga pastur Protestan Amerika menganggap Islam "berbahaya".
"Presiden Obama berada pada posisi terbaiknya untuk mengatasi tingkat kebencian anti-Islam yang membahayakan di negara kita dan untuk mendesak para pemimpin politik dan relijius menyuarakan dukungan mereka terhadap toleransi dan pemahaman satu sama lain," ujar direktur eksekutif Nihad Awad.
Ia menambahkan bahwa Presiden Obama sendiri telah menjadi target kebencian anti-Islam terlepas dari fakta bahwa dia adalah orang Kristen. Sebuah diler mobil di Colorado baru-baru ini memasang papan iklan yang memperlihatkan sang presiden sebagai militan bersorban.
Awad juga menyebutkan pernyataan Pengacara Umum AS Eric Holder dalam sebuah acara pertemuan warga Muslim dan Arab Amerika baru-baru ini, di mana ia menyatakan bahwa Departemen Kehakiman akan kembali ke pera "tradisionalnya" dalam menegakkan hak-hak asasi manusia.
Presiden juga menandatangani strategi pengeluaran yang akan memberikan divisi HAM Departemen Kehakiman 102 staf baru, banyak dari mereka yang akan ditugaskan di bagian investigasi kejahatan akibat kebencian. (rin/prn/et) www.suaramedia.com














