Akademisi Muslim itu, yang baru saja selesai mengikuti sholat isya berjamaah, dijadwalkan akan dideportasi dari negara tersebut pada hari Jumat mendatang, terlepas dari protes yang berasal dari Forum HAM Muslim dan para pemimpin Muslim lainnya.
Ia dituduh melanggar peraturan imigrasi yang tidak dispesifikasi. Sheikh Al Faisal, yang tiba di Mombasa pada hari Sabtu, ditahan sesaat setelah meninggalkan sebuah Masjid di perumahan Nyali tempat ia melaksanakan sholat.
Menurut detektif, visa kunjungan Sheikh Al Faisal tidak membolehkannya berceramah di dalam Masjid. Meskipun ada perdebatan antara tuan rumah Sheikh dengan para detektif karena sejatinya sang ulama tidak memberikan ceramah, petugas polisi tetap menggelandang Sheikh Al Faisal ke kantor mereka di Kantor Pusat Kepolisian Provinsi Pantai (Coast PPO).
Leo Nyongesa dari Coast PPO tidak dapat mengkonfirmasi maupun membantah penahanan itu sementara pimpinan ATPU Nicholas Kamwende tidak dapat dimintai komentar. Ulama tersebut sedang berada di Kenya atas undangan kaum Muslim di Nairobi dan mombasa dan telah dijadwalkan untuk mengunjungi berbagai Masjid.
Forum HAM Muslim menuduh polisi mendiskriminasi kaum Muslim, beragumen bahwa penceramah dari agama lain biasanya mendapatkan visa yang sama dan tidak pernah dihalangi untuk berceramah atau melakukan aktivitas relijius lainnya.
Sheikh Abdullah Al Faisal, yang sebelumnya pernah dideportasi dari Inggris ke Jamaika, dipenjara pada tahun 2003 karena dituding menyerukan pembunuhan terhadap kaum Yahudi dan Hindu.
Al Faisal menghabiskan waktu bertahun-tahun mengelilingi Inggris untuk berceramah di Masjid-Masjid.
Salah satu dari pengebom bunuh diri di London tanggal 7 Juli, Germaine Lindsay, juga dikait-kaitkan dengan kehadiran Sheikh Al Faisal di negara tersebut.
Al Faisal, yang berasal dari St. James, Jamaika, meninggalkan pulau itu menuju Inggris 28 tahun lalu.
Terlahir dengan nama Trevor William Forrest, ia mendapat julukan "Kamus" karena perbendaharaan katanya yang banyak.
Orangtuanya adalah personel Salvation Army dan ia dibesarkan sebagai seorang Kristen, namun ketika berusia 16 tahun ia pergi ke Arab Saudi – di mana ia diyakini telah menghabiskan waktu selama delapan tahun – dan menjadi seorang Muslim.
Ia mengambil gelar dalam Studi Islam di Riyadh sebelum kembali ke Inggris. (rin/bbc/nt) www.suaramedia.com














