Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Misteri Selimuti Kasus Serangan Kartunis Anti-Islam

E-mail Cetak PDF

KOPENHAGEN (Berita SuaraMedia) - Dugaan serangan terhadap kartunis Denmark yang menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad S.A.W menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat Muslim Denmark yang bingung dan terganggu oleh rincian yang muncul dalam episode terbaru krisis kartun itu.

"Ada banyak pertanyaan dalam kasus ini," Bilal H Assaad, ketua Islamic Faith Society, mengatakan dalam komentarnya di situs Skandinavia Waqfs, badan Muslim utama Denmark pada pada hari Minggu 3 Januari.

Pihak berwenang Denmark menuduh seorang pria Somalia yang mencoba untuk membunuh Kurt Westergaard, salah satu kartunis Denmark yang menggambar gambar-gambar ofensif Nabi Muhammad pada tahun 2005.

Menurut polisi, pencari suaka berusia 28 tahun yang namanya tidak pernah dirilis di bawah hukum Denmark itu ditembak dua kali oleh polisi pada hari Jumat malam ketika ia mencoba membobol rumah Westergaard bersenjatakan kapak dan pisau.

Badan intelijen mengatakan pada hari Minggu bahwa orang itu mempunyai link ke jaringan Al-Qaeda dan kelompok al-Shabaab di tanah airnya.

Dia memiliki "hubungan dekat dengan organisasi al-Shebaab di Somalia serta pemimpin al-Qaeda di Afrika Timur", layanan keamanan dan intelijen (PET) Denmark mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Surat kabar Denmark juga melaporkan bahwa ia ditangkap atas serangan direncanakan terhadap Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton selama kunjungannya ke Afrika musim panas lalu, menurut sumber-sumber intelijen.

Peristiwa itu menimbulkan pertanyaan di antara komunitas Muslim yang mempertanyakan waktu dan rincian yang muncul.

"Mengapa intelijen Denmark membiarkan pria seperti itu bebas meskipun mereka mengklaim dia memiliki hubungan dekat dengan 'pemimpin-Qaeda di Afrika'," kata Assaad.

"Dan apakah itu adalah gaya al-Qaeda bahwa seorang pria menargetkan masuk rumah yang dijaga ketat di tengah malam dengan pisau?"

Pria Somali itu dibawa ke pengadilan pada hari Sabtu untuk menghadapi dua dakwaan percobaan pembunuhan, yang ia sangkal.

Dia diperintahkan untuk ditahan selama empat minggu atas tuduhan awal upaya untuk membunuh kartunis itu.

Akan tetapi, Muslim Denmark mengutuk serangan yang dituduhkan itu dan sangat ingin menjauhkan diri dari itu.

"Danish Muslim Union (Uni Muslim Denmark) sangat menjaga jarak dari serangan dan segala jenis ekstremisme yang mengarah ke perbuatan tersebut," sebuah organisasi payung Muslim di Denmark mengatakan dalam sebuah pernyataan, Observer melaporkan.

Tapi Assaad percaya bahwa episode terbaru kontroversi kartun itu tidak akan menjadi yang terakhir di negara Skandinavia tersebut selama umat Islam diperlakukan dengan keliru.

"Ini datang entah dari mana," katanya. "Pemerintah belum mampu memiliki kebijakan yang adil dalam memperlakukan minoritas Muslim.

"Bahkan orang-orang yang berusaha untuk menaiki tangga politik menyerang umat Islam untuk mendapatkan ketenaran dan diakui."

Muslim Denmark diperkirakan mencapai 180.000 atau sekitar tiga persen dari 5,4 juta penduduk Denmark.

Islam adalah agama terbesar kedua Denmark setelah Gereja Protestan Lutheran, yang secara aktif diikuti oleh empat-perlima dari populasi di negara itu.

Ketika harian Jyllands-Posten memesan dan menerbitkan 12 gambar yang menghujat Islam pada tahun 2005, hal tersebut memicu badai protes di seluruh dunia Muslim dan menegangkan hubungan dengan negara-negara Muslim, tapi Muslim Denmark bersumpah untuk bereaksi dengan cerdas.

Akan tetapi, pada tahun 2008, 17 surat kabar mencetak ulang salah satu gambar itu, menyalakan kembali kontroversi.

"Kami selalu menegaskan bahwa kita menolak kekerasan dengan segala macamnya," kata Assaad.

"Tapi selama ada beberapa yang berusaha keras untuk meminggirkan masyarakat Muslim dan menghubungkannya dengan kebodohan, kekerasan dan keterbelakangan, krisis kartun itu akan tetap menjadi urusan yang belum selesai selama bertahun-tahun yang akan datang."

Kejadian tersebut terjadi pada pukul 10 malam pada hari Jumat ketika pria Somalia itu memaksa masuk ke rumah Kurt Westergaard di Viby dekat kota kedua Denmark, Aarhus di Jutlandia.

Westergaard  bergegas masuk ke kamar berbenteng dan menekan tombol panik agar membunyikan alarm untuk memanggil polisi.

Bersenjata dengan kapak dan pisau pria itu berteriak "Aku akan membunuhmu", tetapi kemudian berlari keluar rumah begitu mendengar suara kedatangan kendaraan polisi dua menit kemudian. Ketika ia melemparkan kapak ke arah polisi, perwira lain menembaknya di lengan dan kaki.

Baik Westergaard, maupun cucu perempuannya yang berusia 5 tahun Stephanie yang juga berada di rumah, serta petugas yang bersangkutan  tidak mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Duta Besar Denmark untuk Kenya mengatakan, bahwa telah terjadi kesalahan, dan bahwa pria itu tidak dicurigai terorisme dan telah dilepaskan segera setelah itu diketahui bahwa ia memiliki izin tinggal di Denmark. LIHAT VIDEO (iw/iol/tg) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon