Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

McInerney: Muslim Harus Siap Ditelanjangi Di Bandara

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Seorang pensiunan jenderal AS dan anggota Komite Kebijakan Iran (IPC) mengatakan semua laki-laki Muslim berusia 18 - 28 tahun harus digeledah dan ditelanjangi di bandara sebagai "salah satu pembom" yang akan meledakan pesawat dalam beberapa hari mendatang.

Thomas McInerney, seorang pensiunan Letnan Jenderal dengan Angkatan Udara AS, mengatakan kepada televisi Fox News pada hari Sabtu bahwa dalam 30 sampai 120 hari berikutnya, "ada bahaya probabilitas tinggi" menanti maskapai penerbangan AS.

"Jika Anda adalah pria Muslim berusia 18-28 tahun Anda harus siap ditelanjangi. Dan jika kita tidak melakukan hal itu ada kemungkinan yang sangat tinggi kita akan kehilangan sebuah maskapai penerbangan," katanya.

Pensiunan Jendral itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa para pejabat Amerika harus memprofilisasi semua Muslim. "Kita harus menggunakan profilisasi. Dan maksud saya adalah untuk bersikap dengan sangat serius dan keras mengenai profil tersebut."

Ditanya apakah seperti pendekatan rasial tidak akan "menghasilkan lebih banyak kebencian dan kekerasan terhadap Barat," kata McInerney dia tidak ingin "sebuah profil rasial."

"Saya ingin profil pada kelompok itu bahwa kita punya cukup bukti dari 9 / 11, dan kasus-kasus (profil tinggi) lain yang kita tahu sedang kita hadapi," katanya.

Saran-saran yang dibuat oleh jendral purnawirawan AS mengikuti dugaan usaha peledakan di sebuah pesawat transatlantik AS pada Hari Natal oleh Umar Farouk Abdulmutallab, seorang Nigeria yang diduga menerima pelatihan al-Qaeda di Yaman.

Pembuat undang-undang dan pemimpin Kongres di AS telah menggemakan sentimen serupa dengan mendesak Presiden Obama mengabaikan atau menunda rencananya untuk menutup Penjara Teluk Guantanamo.

Sekitar setengah dari sisa tahanan Gitmo dari Yaman, dan dari orang-orang, sekitar 40 telah diizinkan untuk pembebasan.

Sementara itu di Inggris, alat pemindai full-body yang sedang diuji coba di Bandar Udara Manchester akan diwajibkan di semua bandara Inggris dalam tindakan keamanan keras menyusul ancaman bom pada hari Natal itu.

Lebih dari 500 orang telah menggunakan pemindai full body di Manchester, yang menunjukkan penumpang 'telanjang', sejak mesin itu diperkenalkan enam minggu lalu.

Pejabat pemerintah akan mengambil langkah pertama mengubah kebijakan Uni Eropa untuk membuat pemindai itu wajib pada pertemuan minggu ini.

Mereka juga akan memperkenalkan dua pengeledahan tubuh yang terpisah untuk semua penumpang, dengan pemeriksaan kedua berlangsung di pintu gerbang tepat sebelum boarding.

Gordon Brown telah memerintahkan teknologi pemindaian tubuh di belakang kegagalan Detroit atas dugaan persekongkolan pemboman maskapai oleh Umar Farouk Abdulmutallab.

Brown mengatakan: "Mereka akan menjalani pemeriksaan tubuh sekaligus jejak bahan peledak yang akan dilakukan pada tas bawaan. Penumpang transit juga akan diperiksa serta penumpang transfer.

"Kami akan melakukan segalanya dalam kekuasaan kita untuk mengetatkan keamanan yang sangat penting.

"Kami mengakui bahwa sekarang ada bentuk-bentuk senjata yang sedang digunakan oleh al-Qaeda dan kita harus memberikan respon yang sesuai."

Mesin pendeteksi seharga £ 80.000 memungkinkan staf untuk mendeteksi tempat tersembunyi dimana bahan peledak atau senjata disembunyikan tanpa penumpang harus berganti pakaian.

Para pejabat keamanan di AS telah merintis penggunaan mereka di bandara New York dan Los Angeles, dan mereka secara bertahap dilakukan di bandara lainnya di sana.

Seorang juru bicara departemen transportasi Inggris mengatakan para pejabat akan mengangkat isu pemindai bandara di dewan transportasi Uni Eropa.

Dia mengatakan tidak ada jadwal untuk pengenalan mereka tetapi menambahkan: "Kami berharap untuk memperluas penggunaan alat pemindai di seluruh Inggris.

Beberapa ahli percaya jenis bahan peledak yang diduga disembunyikan di bawah pakaian Abdulmutallab pasti akan terdeteksi oleh alat pemindai penuh, tapi para kritikus mengatakan teknologi itu tidak bisa mengidentifikasi benda dengan tingkat kepadatan rendah seperti cairan dan bubuk.

Pemimpin Bandara mengatakan gelombang opini publik berubah dengan penumpang semakin menerima perangkat tersebut.

Sebuah tim peneliti melakukan survei terhadap wisatawan dari 21-23 Desember, dengan 75 persen setuju untuk melewati pemindai.

Tapi ketika mereka mengulanginya setelah serangan yang gagal itu, mereka menemukan 92 persen bersedia menggunakan mesin itu.

Seorang jurubicara bandara mengatakan: "Kami mengujicobakan teknologi pencitraan karena kami percaya hal itu bisa meningkatkan pengalaman penumpang mengenai keamanan bandara.

"Kita perlu lebih banyak data sebelum menarik kesimpulan apapun tetapi, sejauh ini, kami senang dengan hasilnya."

Mesin itu menimbulkan kontroversi dengan para pemilik bandara yang berpikir ulang atas kemungkinkan anak-anak di bawah 18 tahun untuk menjalani pemeriksaan setelah para ahli perlindungan anak memperingatkan bahwa pekerja keamanan mereka berisiko melanggar hukum dengan menciptakan gambar remaja 'tidak senonoh'. LIHAT VIDEO (iw/ptv/men) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon