Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Peran Besar Kaum Muslim Untuk Kemerdekaan Telangana

E-mail Cetak PDF

TELANGANA (Berita SuaraMedia) – Berlawanan dengan keyakinan banyak orang, komunitas Muslim telah keluar untuk mendukung gerakan pembentukan negara bagian Telangana secara terpisah. Kaum Muslim di wilayah Telangana merasa bahwa selama bertahun-tahun ini mereka telah diperlakukan sebagai orang luar di tempat asal mereka sendiri dan percaya bahwa setelah negara bagian itu terbentuk, banyak dari masalah mereka yang akan terselesaikan.

Komunitas itu mengklaim bahwa karena mereka adalah yang paling menderita dalam sebuah negara serikat, telah tiba saatnya untuk bersuara dan didengar secara kolektif. Memimpin gerakan di Hyderabad adalah Lateef Mohammad Khan, ketua Forum Muslim untuk Telangana, yang mengatakan bahwa mereka muak dilabeli sebagai agen ISI dan kriminil.

Dalam sebuah wawancara, Khan berbicara panjang lebar tentang peran yang ingin dimainkan oleh kaum Muslim dan bagaimana hidup mereka akan berubah saat Telangana terbentuk.

Ketika ditanya mengapa kaum Muslim yang dulu tampak menentang pembentukan Telangana kini malah mendukung, Khan menjawab bahwa kaum Muslim selalu mendukung sebuah Telangana yang terpisah. Kabar bahwa Muslim menentang pembentukan Telangana hanyalah propaganda yang disebarkan oleh mantan ketua menteri YS Rajasekhara Reddy.

Majlis-e Ittihad Al Muslim (MIM), yang mewakili sebagian besar kaum Muslim, terutama di Hyderabad, juga mendukung pembentukan itu. Namun, kaum Muslim di Hyderabad masih memiliki beberapa keraguan terhadap mereka.

Banyak rumor yang menyebutkan bahwa MIM tidak dapat dipercaya, bahwa mereka duduk di pangkuan partai Kongres yang menentang pembentukan sebuah negara bagian yang terpisah.

Banyak yang mengatakan bahwa pasca Telangana, negara bagian itu akan menjadi semakmur ketika dipimpin ole Nizam. Kepemimpinan Nizam memang berkarakter feodal. Ia telah menerapkan peraturan Mulki, di mana persoalan pendidikan dan pekerjaan diserahkan sepenuhnya kepada rakyat Telangana.

Terdapat juga peraturan lain yang menarik di era Nizam. Orang-orang yang bermigrasi ke dan menghabiskan waktu 14 tahun di Hyderabad akan memperoleh hak-hak yang sama. Setelah aksi polisi di tahun 1948, orang-orang Andhra mulai bermigrasi ke Hyderabad.

Mereka direkrut ke sektor militer dan sipil dan orang-orang Telangana disebut tidak bisa berbahasa Inggris dan Telugu. Sekitar 28.000 warga Andhra datang ke Telangana di tahun 1968 dan di tahun 1986, 59.000 orang Andhra dan Rayalseema secara ilegal menguasai lapangan kerja.

Peraturan Mulki dibentuk untuk melindungi orang-orang setempat. Semua perjanjian itu dilanggar sehari setelah pembentukan United Andhra.

Saat ini, sebanyak 385.000 orang Andhra dan Rayalseema menguasai lapangan kerja di wilayah Telangna.

Saat Telangana terbentuk nanti, kaum Muslim akan memainkan peran yang besar. Komunitas Muslim membentuk 20% dari total penduduk Telangana. Mereka akan memiliki lebih banyak perwakilan politik dan seorang Muslim dapat menjadi ketua menteri Muslim di Andhra Pradesh. (rin/rd) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon