Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Menteri India: Jihad Sama Dengan Terorisme!

E-mail Cetak PDF

NEW DELHI (Berita SuaraMedia) – Pernyataan Menteri Dalam Negeri India Shri P Chidambram yang mengaitkan jihad dengan terorisme memicu kemarahan kaum Muslim karena salah menterjemahkan arti sebenarnya dari istilah Islam tersebut.

"Itu adalah interpretasi yang menjijikkan dari jihad dan juga memperlihatkan kebodohan dari penulis pidatomu," bunyi pernyataan dari All India Majlis-E-Mushawarat, sebuah payung organisasi Muslim India, kepada IslamOnline.net pada hari Senin, 4 Januari.

Berpidato mengenai intelijen pada tanggal 23 Desember, Menteri Chidambram menyamakan jihad dengan terorisme.

"Persis ketika Perang Dingin berakhir, kita menyaksikan munculnya jenis perang yang lain, yaitu jihad," ujarnya saat itu.

"Tidak seperti Perang Salib yang sesungguhnya, jihad tidak dilakukan seperti perang konvensional. Jihad menggunakan teror sebagai sebuah instrumen untuk mencapai tujuan."

Organisasi payung kaum Muslim mengatakan bahwa pernyataan kontroversial itu memperlihatkan ketidakpahaman mengenai arti sesungguhnya dari jihad.

"Jihad adalah sebuah perang defensif melawan penjajah seperti yang dilakukan oleh leluhur kita  melawan penjajah Inggris yang menduduki India."

Mereka menjelaskan bahwa jihad dibedakan dalam dua kategori, "Jihad Besar" dan dan "Jihad Kecil".

"Jihad besar adalah jihad melawan hawa nafsu diri sendiri sementara jihad kecil melawan musuh-musuh asing yang menginvasi kita dan menduduki tanah kita. Perjuangan semacam itu adalah kewajiban setiap orang beriman yang mencintai negaranya."

Organisasi Muslim India itu mengatakan bahwa istilah "jihad" kini disalahgunakan oleh AS untuk mengambil alih tanah dan sumber daya asing.

"Semua itu diawali dengan memberikan pelatihan, persenjatan, dan bantuan keuangan pada pejuang Afghanistan untuk melawan pendudukan Soviet dan kemudian dipuji sebagai jihad oleh media-media yang dikontrol AS."

"Kemudian, apa yang mereka ciptakan berbalik menyerang mereka sendiri."

Karen Armstrong, penulis Inggris yang cukup terkenal, mengkritik penyalahgunaan kata jihad untuk tujuan tertentu oleh Barat.

All India Muslim Majlis-E-Mushawarat bersikukuh bahwa kaum Muslim India tidak pernah menggunakan kekerasan melawan negaranya.

"Tidak ada Muslim India yang ambil bagian dalam aktivitas semacam itu apakah itu di Kashmir atau di Afghanistan atau di Irak atau di tempat lain."

Organisasi tersebut menuduh Kementerian Dalam Negeri menutup mata terhadap kampanye anti-Muslim.

Terdapat sekitar 140 juta Muslim di India, populasi Muslim terbesar ketiga di dunia setelah Indonesia dan Pakistan.

"Ini adalah saran yang tulus dari saya kepada anda sebagai seorang pemimpin yang tulus dan sekuler untuk melihat di balik klise populer dan klaim bias para pejabat anda, dan coba untuk menghentikan teror yang sesungguhnya di dalam negara kita," ujar presiden All India Muslim Majlis-E-Mushawarat, Zafarul-Islam Khan. (rin/io) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon