Film Susanne Bier itu didasarkan pada perang yang terjadi di wilayah Darfur, Sudan, dan mengikuti alur cerita dari kamp pengungsi di Sudan hingga kehidupan di sebuah kota di Funen Selatan.
Kementerian Luar Negeri Sudan mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa orang-orang yang bertanggung jawab atas film itu berniat untuk memperlihatkan kondisi yang tidak ada di Darfur dan bahwa film itu mewakili sebuah langkah baru dari kekuatan musuh yang bekerja untuk memperpanjang perang di Darfur.
Juru bicara kementerian, Muawiya Osman Khalid, mengatakan bahwa "produksi film rasis ini harus dilihat sebagai perpanjangan baru dari film Fitna dan kartun-kartun yang menghina Nabi Muhammad," kantor berita resmi Sudan, Suna, melaporkan kemarin.
Khalid mengatakan bahwa kru film Denmark mengambil gambar di kamp pengungsi di Kenya, di mana, menurut Khalid, para kru telah menipu para pengungsi untuk membuat mereka memainkan peran sebagai korban perang dari Darfur dengan upah 2000-5000 Shiling Kenya.
Khalid juga mengatakan bahwa penghuni kamp Kukobi meluncurkan kampanye untuk menentang film tersebut.
Aktor Trine Dyrholm, Ulrich Thomsen dan Mikael Persbrandt dari Swedia muncul dalam film itu. Lembaga Film Denmark memberikan dana tujuh juta kroner untuk pembuatan film itu dan rencananya akan diputar di bioskop bulan Agustus tahun ini.
Berita tersebut muncul tak lama setelah pihak berwenang Denmark menahan seorang pria Somalia yang mencoba untuk membunuh Kurt Westergaard, salah satu kartunis Denmark yang menggambar gambar-gambar ofensif Nabi Muhammad pada tahun 2005.
Menurut polisi, pencari suaka berusia 28 tahun yang namanya tidak pernah dirilis di bawah hukum Denmark itu ditembak dua kali oleh polisi pada hari Jumat malam ketika ia mencoba membobol rumah Westergaard bersenjatakan kapak dan pisau.
Badan intelijen mengatakan pada hari Minggu bahwa orang itu mempunyai link ke jaringan Al-Qaeda dan kelompok al-Shabaab di tanah airnya.
Dia memiliki "hubungan dekat dengan organisasi al-Shebaab di Somalia serta pemimpin al-Qaeda di Afrika Timur", layanan keamanan dan intelijen (PET) Denmark mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Surat kabar Denmark juga melaporkan bahwa ia ditangkap atas serangan direncanakan terhadap Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton selama kunjungannya ke Afrika musim panas lalu, menurut sumber-sumber intelijen.
Pria Somalia itu dibawa ke pengadilan pada hari Sabtu untuk menghadapi dua dakwaan percobaan pembunuhan, yang ia sangkal.
Dia diperintahkan untuk ditahan selama empat minggu atas tuduhan awal upaya untuk membunuh kartunis itu.
Ketika harian Jyllands-Posten memesan dan menerbitkan 12 gambar yang menghujat Islam pada tahun 2005, hal tersebut memicu badai protes di seluruh dunia Muslim dan menegangkan hubungan dengan negara-negara Muslim, tapi Muslim Denmark bersumpah untuk bereaksi dengan cerdas.
Akan tetapi, pada tahun 2008, 17 surat kabar mencetak ulang salah satu gambar itu, menyalakan kembali kontroversi. (rin/ie/sm) http://www.suaramedia.com














