"Islam menganjurkan kita untuk membantu mereka yang terkena masalah, tak peduli mereka Kristen atau Yahudi," ujar Naimatullah Khan, presiden Yayasan Al Khidmat, organisasi non-pemerintah terbesar di Pakistan, kepada IslamOnline.net.
Al Khidmat, sayap bantuan dari partai Islam terbesar di negara itu, Jammat-e-Islami, ada di antara beberapa badan amal Islam di Pakistan yang bekerja maksimal untuk membantu jutaan orang tak berdaya di Haiti, yang diguncang gempa mematikan berskala 7.0 skala richter minggu lalu.
"Tidak peduli agama apa yang mereka anut, mereka adalah manusia dan tugas kami adalah membantu mereka di masa penuh cobaan ini," tegas Khan.
Maulana Abdul Sattar Edhi, filantropis Pakistan yang terkenal serta pekerja sosial dan pendiri Yayasan Edhi, sependapat.
"Layanan yang kami berikan tidak boleh dibatasi oleh agama atau ras," ujar Edhi.
Ia mengatakan bahwa badan amal Pakistan dan organisasi-organisasi non-pemerintah bersimpati pada rakyat Haiti terutama karena mereka pernah mengalami bencana serupa di masa lalu.
"Kami pernah mengalami masa-masa yang sama buruknya, itulah mengapa kami lebih bisa merasakan penderitaan mereka daripada yang lain," ujar Edhi, merujuk pada gempa bumi tahun 2005 di Azad Kashmir dan sebagian provinsi perbatasan barat laut yang menewaskan lebih dari 80.000 penduduk, dan melukai ribuan lainnya.
Namun, meski berbagai badan amal Islam mulai bersiap ikut ambil bagian dalam operasi penyelamatan beberapa jam setelah gempa besar terjadi, kampanye mereka untuk menolong terganjal visa yang tertunda.
"Kami siap pergi ke sana pada keesokan harinya," ujar Khan. "Masalah geografis dan diplomatiklah yang membuat kami masih belum ada di sana. Di luar itu, persiapan kami telah lengkap."
Gempa itu menyebabkan kehancuran besar di negara Karibia tersebut, dengan mayat-mayat bergelimpangan di jalanan.
Lebih dari satu minggu setelah bencana, penduduk Haiti yang terluka, trauma, dan tidak punya tempat tinggal masih berkeliaran di jalan-jalan putus asa mencari makanan, air, dan obat-obatan.
Badan-badan amal Islam itu yakin bahwa pertolongan mereka dapat membuat sebuah perbedaan dalam operasi penyelamatan yang panik di Haiti seperti yang mereka lakukan ketika terjadi bencana di tanah air.
"Para pekerja kami lebih terlatih daripada organisasi lain, karena kami sudah pernah berjuang dengan bencana alam selama lima tahun terakhir," ujar Khan, yang mengirimkan 100.000 petugas penyelamat terlatih.
Badan-badan amal Islam Pakistan meraih reputasi besar untuk operasi pertolongannya dalam gempa tahun 2005.
Mereka juga mulai menjadi sorotan setelah upaya mereka untuk menjangkau ratusan ribu warga Pakistan telantar pasca operasi militer di Lembah Valley dan kawasan Waziristan Selatan tahun lalu.
Namun, mereka masih menghadapi problem citra di Barat, di mana mereka dituduh menyembunyikan kelompok militan.
"Terdapat propaganda satu sisi terhadap badan amal Islam oleh media Barat," ujar Khan, yang juga mantan mayor Karachi.
Ia berharap operasi penyelamatan Haiti dapat menjadi kesempatan yang baik untuk menghapus stereotipe tentang badan amal Islam yang dituding membantu kelompok tertentu." Operasi penyelamatan kami akan membersihkan kesalahpahaman di antara kaum Kristen tentang Muslim dan organisasi mereka."
"Ini akan memberikan nama baik bagi Pakistan dan badan amal Islam." (rin/io) www.suaramedia.com
- Kepolisian Jerman Razia Buku Pemukulan Istri Dari Saudi
- Muslim AS Kecam Ayat-Ayat Injil Dalam Senjata Militer
- Hillary Clinton Hanguskan Larangan Anti-Muslim Era Bush
- Penebar Fitna Melangkah Masuk Dalam Ruang Keadilan
- Asosiasi Polisi Inggris: Islam Bukanlah Penyebab Terorisme














