Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Pengetahuan Dangkal, Mayoritas Warga AS Tak Suka Islam

E-mail Cetak PDF

NEW YORK (Berita SuaraMedia) – Muslim mengundang prasangka dua kali lipat lebih besar daripada pemeluk agama Kristen, Yahudi, atau Buddha. Demikian hasil poll yang ditunjukkan oleh  Gallup World Religion Survey dan dirilis pada hari Kamis (21 Januari 2010).

Gallup World Religion Survey adalah sebuah survei berdasarkan telepon acak terhadap lebih dari 1.000 orang dewasa, berlangsung mulai tanggal 31 Oktober hingga 13 November tahun lalu. Survei tersebut merupakan bagian dari Muslim West Facts Project, sebuah kerjasama antara Gallup Center for Muslim Studies dan Coexist Foundation. Margin kesalahan dari survei tersebut adalah plus atau minus sebesar 3,4 poin persentase.

Muslim West Facts Project adalah sebuah proyek yang  dilakukan dalam rangka  meningkatkan pemahaman antara AS dan Muslim. Presiden Obama dan jajaran pemerintahannya ingin memperbaiki imaji Amerika di mata dunia Islam. Banyak analis yang mempelajari ekstrimisme mengatakan  bahwa Muslim AS yang merasa terasing dari masyarakat  yang lebih luas dan menolak berintegrasi akan berpotensi  menjadi lebih rentan terhadap ide radikal.

Survei menunjukkan bahwa warga Amerika memiliki kemungkinan untuk menunjukkan prasangka terhdap Muslim dua lipat dibandingkan terhadap pemeluk Kristen, Yahudi, atau Buddha. Hampir dua per tiga orang Amerika mengatakan bahwa mereka tidak memiliki atau sedikit memiliki pengetahuan tentang Islam. Walau demikian, mayoritas tersebut mengatakan tidak menyukai Islam.

Hampir separuh orang Amerika mengatakan bahwa mereka tidak merasakan prasangka terhadap Muslim. 43 persen mengatakan bahwa mereka merasakan setidaknya "sedikit" prasangka terhadap Muslim. Ini sedikit lebih tinggi daripada orang yang berprasangka terhadap ketiga pemeluk agama lainnya.  Sekitar 18 persen responden  mengatakan bahwa mereka memiliki prasangka pada tingkat tertentu terhadap Kristen. Lima belas persen responden memiliki prasangka terhadap kaum Yahudi. Empat belas persen responden berprasangka terhadap pemeluk Buddha.

Ketika ditanya mengenai pengetahuan tentang agama Islam, 63 persen orang Amerika menyatakan bahwa hanya memiliki "sangat sedikit"  pengetahuan atau "tidak tahu sama sekali". Mayoritas responden percaya bahwa sebagian besar Muslim menginginkan perdamaian. 53 persen orang Amerika mengatakan bahwa Islam "tidak terlalu disukai" atau "tidak disukai sama sekali".  Sebagai perbandingan, 25 persen orang Amerika tidak menyukai Yudaisme. Sementara, 7 persen mengatakan bahwa merka memiliki "sejumlah" atau "banyak" prasangka terhadap Yahudi.

Mengenal seorang Muslim secara pribadi tidak berkaitan dengan tingkat prasangka yang lebih rendah, meskipun tidak mengenal seorang Muslim berkaitan dengan tingkat bias yang paling besar. Penulis laporan mengatakan bahwa penemuan ini menegaskan bahwa diperlukan adanya pendidikan yang lebih baik tentang ajaran Islam.

"Hal yang tampaknya benar-benar mempengaruhi persepsi seseorang tentang sebuah kelompok lebih dari mengenal seorang individu adalah kepemilikan opini positif tentang karakter khas dari sebuah kelompok. Dalam hal ini, agama mereka," kata Dalia Mogahed, analis senior dan direktur eksekutif Gallup Center for Muslim Studies. "Ketika seseorang bersikap cukup baik, maka orang tersebut dapat dipandang sebagai sebuah perkecualian."

Para responden yang mengatakan bahwa mereka menghadiri acara keagamaan lebih dari satu kali dalam seminggu memiliki kemungkinan secara signifikan untuk lebih menyukai Muslim. Mohaged  mengatakan bahwa orang yang lebih religius biasanya memandang prasangka sebagai sebuah kejahatan moral dan seringkali memiliki hormat terhadap pemeluk agama lain.

Para peneliti juga menemukan kaitan antara prasangka terhadap Muslim dan Yahudi. Orang-orang Amerika yang memiliki "bias yang cukup besar" terhadap Yahudi tampaknya memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki perasaaan yang sama terhadap Muslim. Hasil survei tidak dapat menjelaskan mengapa kedua prasangka tersebut berkaitan. Mohaged mengatakan bahwa kedua kelompok semestinya dilacak dan dipelajari bersama-sama guna memahami dinamika yang ada.

"Kelompok-kelompok yang bekerja menghadapi kedua jenis prasangka tersebut mungkin seharusnya membentuk aliansi yang lebih dekat," kata Mohaged. (es/yh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon