Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Ruang Sholat Dibakar Di Tengah Ketegangan Beragama Malaysia

E-mail Cetak PDF

KUALA LUMPUR (Berita SuaraMedia) – Sejumlah pelaku perusakan berusaha membakar ruang sholat di Malaysia pada hari Kamis waktu setempat. Polisi mengatakan bahwa itu adalah salah satu dari beberapa serangan terhadap tempat ibadah umat Islam setelah serangan yang menimpa gereja di tengah perselisihan penggunaan kata "Allah" oleh umat Kristen.

Ketegangan relijius telah meningkat setelah sebuah pengadilan memutuskan pada tanggal 31 Desember bahwa warga nonMuslim dapat menggunakan kata "Allah" sebagai terjemahan untuk "Tuhan" dalam bahasa Melayu. Banyak dari mayoritas Muslim Melayu Malaysia yang meyakini bahwa kata tersebut seharusnya eksklusif milik mereka, dan bahwa penggunaannya oleh nonMuslim dapat membingungkan sejumlah Muslim dan bahkan menggoda mereka untuk pindah agama.

Sejak tanggal 8 Januari, terdapat sejumlah serangan ke 11 gereja, satu kuil Sikh, dan satu Masjid, kebanyakan oleh pelaku tak dikenal dengan menggunakan bom. Minggu ini polisi menahan delapan tersangka yang diyakini melakukan serangan paling serius, yang menghancurkan sebuah gereja di Kuala Lumpur.

Pada hari Kamis, para pelaku tampaknya membakar korden dari sebuah bangunan kecil yang didesain untuk ruang sholat di negara bagian Johor.

Orang-orang yang mengetahui munculnya nyala api, berhasil memadamkan sebelum timbul kerusakan yang lebih parah. Polisi menemukan jejak diesel dan pecahan kaca jendela di bangunan tersebut.

Sebuah ruang sholat lain di distrik yang sama juga dibakar, ujar seorang petugas polisi tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Anggota parlemen oposisi, Gwee Tong Hiang, yang mengunjungi kedua lokasi itu, mengatakan bahwa gedung kedua mengalami kerusakan yang lebih parah. Terdapat bekas-bekas terbakar di karpet, pintu, dan temboknya, sementara jendelanya pecah.

"Warga Muslim dan nonMuslim telah hidup berdampingan di area ini selama beberapa tahun terakhir. Semoga kejadian ini tidak menyakiti hubungan mereka," ujarnya.

Polisi menolak mengatakan jika serangan itu adalah aksi balas dendam terhadap serangan gereja-gereja dan kini sedang menyelidiki apakah insiden itu terkait dengan serangan yang lain atau tidak.

Beberapa sumber mengatakan bahwa serangan di tempat-tempat ibadah tesrebut merupakan aksi sindikat pengadudomba antar agama yang kerapkali beraksi ketika Malaysia dilanda perdebatan agama.

Pemerintah mengecam keras serangan yang terjadi di tengah upaya untuk melestarikan hubungan baik selama puluhan tahun antara warga Melayu, yang membentuk hampir duapertiga dari total 28 juta penduduk Malaysia, dengan minoritas relijius, terutama etnis China dan India yang menganut agama Budha, Kristen, atau Hindu.

Perselisihan itu berpusat pada sebuah keputusan pengadilan yang memihak The Herald, koran milik Gereja Katolik Roma di Malaysia, yang beralasan bahwa mereka memiliki hak untuk menggunakan kata "Allah" dalam edisi bahasa Melayunya karena kata itu telah ada sebelum Islam dan umum digunakan oleh umat Kristen di negara Muslim lainnya, seperti Mesir, Indonesia, dan Syria.

Pemerintah telah mengajukan banding atas putusan yang menentang larangan pemerintah selama bertahun-tahun terhadap penggunaan kata Allah dalam publikasi nonMuslim. Komunitas minoritas mengatakan bahwa hal ini merupakan contoh perdebatan relijius terinstitusionalisasi yang dihadapi oleh nonMuslim. (rin/nyt/ss) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon