Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Parlemen Inggris Tentukan Masa Depan Obligasi Islam

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Pemerintah Inggris akan berusaha untuk menyingkirkan salah satu kendala teknis terakhir bagi penerbitan obligasi Islam, ujar Departemen Keuangan pada hari Jumat.

Profesional keuangan di Inggris, yang memiliki lima bank Islam, optimis bahwa jika pemungutan suara Parlemen bulan depan lebih memilih untuk meregulasi sukuk sebagai obligasi daripada kendaraan investasi, maka itu akan mendorong pertumbuhan sebuah pasar yang telah untuk ditarik.

Jika lolos, langkah tersebut membuat penerbit obligasi Islam dapat menghemat hingga 10.000 poundsterling (16.320 dolar) per tahun.

Sukuk dianggap sebagai obligasi karena karakteristik pendapatannya yang tetap namun strukturnya memiliki kualitas setara ekuitas, memicu ketidakpastian tentang bagaimana ia harus diperlakukan dari sudut pandang peraturan.

Penerbitan sukuk di Inggris telah tertunda oleh isu-isu makroekonomi yang lebih mendasar, yang paling baru adalah krisis hutang di Dubai. Namun, orang dalam indusri mengatakan bahwa keputusan itu menghidupkan harapan bagi perusahaan penerbit.

Inggris adalah pusat keuangan Islam yang paling mutakhir, namun sejauh ini hanya memiliki daftar sukuk dan belum menerbitkan satu pun, baik itu secara perusahaan atau individu.

"Saya rasa peraturan ini benar-benar merupakan langkah ke depan yang kongkret. Karakterisasi sukuk sebagai skema investasi kolektif telah mengganggu Inggris, karena itu bagus untuk melihat hal ini akhirnya terselesaikan," ujar seorang tokoh senior perindustrian yang menolak menyebut namanya.

Skema investasi kolektif  dikenakan biaya aplikasi, biaya pengawasan yang berlangsung dan biaya peihak ketiga atau internal untuk kepatuhan. Biaya-biaya itu tidak berlaku bagi obligasi.

"Ini merupakan sebuah langkah yang benar-benar kami dukung dan saya rasa ini telah tertunda lama," ujar Farmida Bi, mitra di firma hukum Norton Rose dan seorang spesialis dalam bidang pasar modal Islam.

Departemen Keuangan Inggris mulai bergerak untuk membuka jalan bagi obligasi sukuk Islam untuk diterbitkan tahun ini di negara tersebut. Di bawah peraturan yang diajukan ke parlemen kemarin (21/01), sukuk secara efektif akan diperlakukan serupa dengan obligasi konvensional.

Di bawah hukum Inggris yang sekarang, sukuk diperlakukan sebagai skema investasi kolektif, sebuah kategori yang juga mencakup unit kredit. Peraturan dan pengawasan tambahan yang dilibatkannya telah mengecilkan hati perusahaan penerbit sukuk, namun di bawah peraturan yang diajukan ke parlemen minggu ini, sukuk dan produk keuangan alternatif lainnya akan dibebaskan dari pengawasan seperti skema investasi kolektif.

Peraturan itu akan berlaku pada tanggal 24 Februari, dan dapat memicu diterbitkannya sukuk pertama di Inggris dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami menyambut baik perkembangan ini dan upaya terus-menerus Departemen Keuangan untuk menciptakan lapangan permainan," ujar Omar Sheikh, anggota dewan Dewan Keuangan Islam Inggris yang berbasis di Glasgow dan seorang spesialis keuangan Islam di Ernst&Young. "Ini akan mengatasi semua kendala utama yang masih ada untuk menerbitkan sukuk korporasi di Inggris." Ia memperkirakan bahwa sukuk pertama Inggris kemungkinan akan diterbitkan dalam paruh pertama tahun ini.

Inggris sekarang telah menjadi pasar utama produk-produk Islam, dengan pasar sekunder Sukuk senilai lima miliar dolar, namun belum ada perusahaan Inggris  yang menerbitkan sukuknya sendiri. (rin/wb/rk) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon