Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Skotlandia Anugerahkan Penghargaan Bagi Relawan Muslim

E-mail Cetak PDF

EDINBURGH (Berita SuaraMedia) - Skotlandia telah memberikan penghargaan kepada manajer  Islamic Relief atas usahanya untuk menghilangkan penderitaan ribuan orang di seluruh dunia, lapor The Times pada Sabtu, 23 Januari.

"Saya ucapkan selamat kepada Habib (Malik) yang telah memenangkan penghargaan ini dan atas komitmen bantuan internasional yang telah bekerja selama bertahun-tahun," Menteri Kebudayaan Fiona Hyslop berkata.

"Sangat pedih untuk memberikan penghargaan ini pada saat para penerimanya sedang sangat terlibat dalam upaya internasional untuk membantu mereka yang mengalami penderitaan yang tidak tertahankan dan tragedi kemanusiaan di Haiti."

Habib, 43, Jumat dianugerahi Burns Humanitarian Award atas usahanya untuk meringankan orang-orang yang dilanda bencana di seluruh dunia.

"Saya bekerja sama dengan Islamic Relief tidak pernah demi saya sendiri, tetapi demi kepentingan jutaan suara orang di seluruh dunia yang menjerit tetapi tidak terdengar," kata Habib.

"Robert Burns sendiri dilahirkan dalam kemiskinan dan telah digambarkan sebagai seorang penyair yang miskin, dan seorang advokat untuk perubahan sosial," katanya, merujuk pada pendiri penghargaan tersebut.

Diluncurkan pada 2002, Burns Humanitarian Award bertujuan untuk mengenali kelompok-kelompok dan individu yang membantu dan memperkaya kehidupan orang lain melalui mengorbankan diri, uang dan upaya.

Pemenang hadiah menerima 1759 guinea, suatu jumlah yang menandakan tahun kelahiran Burns dan mata uang yang beredar pada saat itu, serta  penghargaan buatan tangan yang dikerjakan secara khusus.

Sebelumnya penerima termasuk pengacara hak asasi manusia Teluk Guantanamo Clive Stafford Smith, Sir John Sulston, ahli biologi terkemuka yang membantu untuk memecahkan kode genom manusia dan Adi Roche, kampanye perdamaian dan aktivis Chernobyl.

Habib, yang berasal dari Libanon, mendedikasikan waktunya untuk memberikan bantuan kepada ribuan orang yang dirugikan oleh bencana di seluruh dunia.

"Saya pernah berjalan dengan seorang wanita selama tiga jam untuk pergi dan mendapatkan satu ember air, dan kemudian berjalan tiga jam kembali," ia mengenang.

"Ember itu begitu berat hingga saya tidak bisa membawanya, tetapi dia melakukan itu setiap hari."

Habib dinobatkan sebagai pengelola kawasan Skotlandia untuk Islamic Relief dan anggota Komite Bencana Darurat , organisasi payung yang mengkoordinasikan respons amal Inggris terhadap krisis di luar negeri, pada bulan Oktober 2003.

Dia bergabung dengan upaya bantuan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia setelah bencana tsunami tahun 2004, Pakistan setelah gempa bumi mematikan pada tahun 2005, Sudan, Nigeria, Somalia dan Haiti.

Dia bisa masih ingat saat itu, beberapa bulan setelah penunjukannya, ketika ia berhenti menggap itu sebagai  pekerjaan dan mulai menganggapnya sebagai sebuah misi. Ketika mengunjungi sebuah kamp di Sudan dia dikuasai oleh bau dari hingga 30.000 pengungsi yang belum mandi. Temannya, Hany El Banna, pendiri Islamic Relief, bertanya apa yang salah.

"Dr Hany meletakkan tangannya di pundakku dan berkata, 'Siapa yang membayar gaji anda?'," Kata Malik mengenang. "Saya berkata, 'Islamic Relief', dan dia berkata, 'Tidak, itu adalah orang-orang yang baulah yang merupakan majikan Anda.' "

Salah satu kenangan paling abadi adalah anak-anak rumah sakit di Juba, ibukota wilayah Sudan selatan, di mana ia bertemu dengan seorang gadis berusia sekitar 7 yang sedang menderita rasa sakit yang hebat. Dia bertanya kepada ibunya mengapa dia tidak membawa anaknya ke rumah sakit, yang tidak punya listrik dan tidak ada staf medis, selain hanya dari satu perawat. Dia mengatakan bahwa dia sedang menunggu putrinya mati. "Saya sangat sedih pada saat itu," Malik berkata. "Dr Hany dan kolega saya harus menghibur saya."

Pengelola  Islamic Relief kawasan Skotlandia kini sibuk mengumpulkan dana untuk Haiti yang terkena gempa, mengumpulkan lebih dari £ 30 juta dalam lima hari.

"Sulit bagi kami, di zona nyaman kita di Inggris; kita benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya," katanya.

"Selama salju buruk orang-orang mengeluh tentang tidak punya cukup garam; mereka sepertinya berpikir bahwa karena mobil mereka tergelincir di jalan mereka memiliki masalah besar."

Melihat dirinya sebagai seorang karyawan bagi orang-orang yang berada dalam cobaan, Habib mengingatkan ratusan kali ia merasa sangat sedih karena melihat penderitaan orang-orang itu.

"Ketika Anda berbuat baik itu harus datang dari hati," katanya.

Didirikan di Birmingham pada tahun 1948, Islamic Relief adalah LSM internasional yang berupaya untuk mempromosikan ekonomi berkelanjutan dan pembangunan sosial dengan bekerja sama dengan masyarakat setempat melalui bantuan dan program-program pembangunan.

"Para anak yatim dan janda-janda yang saya temui di luar negeri tidak bisa datang ke sini, jadi saya harus menyerap rasa sakit mereka kemudian menjadi seorang duta besar bagi mereka," kata Habib.

"Ketika saya berdiri di atas panggung, saya adalah salah satu dari mereka." (iw/iol) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon