Sebuah investigasi diluncurkan oleh First Buses di Leeds setelah Hatice McGraffin, wanita keturunan Turki berusia 29 tahun, mengklaim seorang supirnya telah melontarkan pernyataan menghasut ketika ia naik ke atas bus pada hari Kamis pagi.
Juru bicara Kepolisian Yorkshire Barat mengatakan, "Seorang pria berusia 45 tahun telah ditangkap atas dugaan pelecehan rasial/relijius dan saat ini berada dalam tahanan."
"Kami meminta kepada siapa saja yang menyaksikan insiden itu untuk segera menghubungi kami. Siapa pun yang memiliki informasi harus menghubungi petugas Keith Partridge melalui nomor 0845 6060606."
Disebutkan bahwa supir bus itu telah dinonaktifkan sementara mereka menyelidiki insden tersebut.
Juru bicara kepolisian menambahkan, "Kami sedang menyelidiki insiden ini dan bekerjasama dengan perusahaan bus yang telah menskors seorang karyawan dan membuat hasil penyelidikan kami menjadi tertunda."
McGraffin, yang berasal dari Otley dan menikah dengan seorang pria Inggris bernama Ian, mengatakan bahwa insiden itu membuatnya merasa ketakutan dan putus asa.
McGraffin mengklaim bahwa supir itu mengatakan, "Kau adalah teroris Islam, kau telah meletakkan bom di dalam bus ini. Saya bertanya pada penumpang lain Apa kalian mendengarkan ini? namun mereka mengabaikan saya."
"Saya turun dari bus dan pergi kerja tapi saya tidak dapat bekerja. Saya menangis dan tangan saya terus gemetar, saya harus pulang saat itu."
"Ini pertama kalinya hal seperti ini terjadi dalam hidup saya."
"Terdapat banyak orang Muslim yang tinggal di negara ini, apakah dia pikir semuanya teroris?"
Juru bicara First Buses mengatakan, "Ini adalah tuduhan serius yang dibuat terhadap salah satu staf kami. Investigasi internal secara menyeluruh akan segera dilakukan."
"Kami juga akan menawarkan dukungan penuh bagi Kepolisian Yorkshire Barat untuk penyelidikan eksternal yang mereka lakukan terkait tuduhan itu."
Hal semacam ini terjadi setiap hari di Inggris. Warga Muslim yang tak bersalah atau orang-orang yang terlihat seperti Muslim menjadi target pelecehan.
Seorang wanita lain, yang juga merupakan penumpang bus, mengubah arah sejarah menjadi lebih baik. Rosa Parks kini dianggap sebagai "Ibu Pergerakan Hak-hak Sipil Modern".
Pada tanggal 1 Desember 1955 di Montgomery, Alabama, Rosa Parks yang saat berusia 42 tahun menolak mematuhi perintah supir bus untuk memberikan tempat duduknya pada seorang penumpang kulit putih. Aksi kecil pemberaninya itu membantu mengubah arah sejarah. Ia kemudian mengatakan, "Saya ingin dikenang sebagai seseorang yang ingin bebas, sehingga orang lain juga akan bebas," dan, "Saya lelah diperlakukan seperti warga negara kelas dua."
Banyak pihak berharap tindakan McGraffin akan mendorong yang lain untuk bangkit dan mempertahankan dirinya sendiri. (rin/yep/mpk/) www.suaramedia.com
- Penyerang Bersenjata Teror Ulama Pendiri Ansar al-Islam
- Penguasaha Swedia Kucurkan Jutaan Euro Untuk Partai Anti-Islam
- Mahkamah Agung India: Muslim Bercadar Tak Dapatkan Hak Pilih
- Pembakar Masjid Livingston Lolos Dari Tuduhan Kejahatan
- Pasang Ucapan Untuk Muslim, Peritel AS Dikecam Warga AS














