Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Muslim AS Tuntut Penyelidikan Pembunuhan Imam Oleh FBI

E-mail Cetak PDF

DETROIT, AS (Berita SuaraMedia) – Sebuah kelompok pembela hak-hak sipil Muslim yang terkemuka meminta diadakan investigasi independen terhadap kematian seorang Imam Michigan, yang laporan otopsinya yang bocor mengungkapkan bahwa dia telah ditembak 21 kali kemudian diborgol dalam sebuah penggerebekan FBI di Detroit, Michigan.

Mengutip sebuah sumber yang dekat dengan investigasi itu, televisi Detroit pada hari Sabtu melaporkan bahwa otopsi menemukan Luqman Abdullah Ameen ditembak 21 kali di bagian dada, abdomen, paha, dan punggung pada tanggal 28 Oktober.Detroit Free Press, mengutip seseorang yang familiar dengan kasus ini, juga melaporkan bahwa sang Imam ditembak 21 kali.

Juru bicara FBI, Sandra Berchtold, mengatakan bahwa ia tidak dapat memberikan komentar. Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), kelompok kebebasan sipil lain, dan anggota Kongres dari Partai Demokrat John Conyers, yang merupakan ketua Komite Peradilan Kongres, telah menyerukan diadakannya sebuah investigasi terhadap kematian Imam Luqman Abdullah Ameen. Awal bulan ini, Conyers mengirim sepucuk surat ke Jaksa Agung Eric Holder untuk meminta divisi hak-hak sipil Departemen Kehakiman menginvestigasi penembakan bulan Oktober itu dan apakah FBI melanggar Konstitusi dengan menggunakan informan di dalam Masjid.

Sebuah laporan detail tentang otopsi sang Imam rencananya akan dirilis secara resmi pada hari Senin. "Detail mengejutkan dari otopsi Imam menimbulkan sejumlah pertanyaan mengganggu yang harus dijawab," ujar Dawud Walid, direktur eksekutif CAIR Michigan. "Pertama-tama, apakah agen FBI mengikuti prosedur yang ada ketika mereka menembak Imam hingga 21 kali? Bagaimana sang Imam dapat tertembak di punggung? Apakah itu prosedur yang normal untuk memborgol orang yang sudah mati atau yang terluka sangat parah? Jika para agen mengetahui sang Imam masih hidup setelah ditembak, apakah mereka memanggil bantuan medis? Semua pertanyaan ini perlu dijawab."

Ketika kaum Muslim yang tertegun mencoba memahami kematiannya dalam penembakan Detroit, beberapa berusaha untuk menceritakan kisah yang berbeda tentang kehidupan Luqman Abdullah Ameen.

Bagi mereka, Abdullah adalah seorang laki-laki yang meluangkan waktu untuk mengajar pemuda Muslim dan membantu orang yang membutuhkan dengan cara menarik. Abdullah, yang pada hari Rabu dibinuh oleh agen FBI dalam tembak-menembak, kadang-kadang terlihat di pertemuan dengan para Imam lain mengenakan sorban dan jubah panjang yang membuat dia terlihat menonjol dari pemimpin Muslim Afrika Amerika lain.

Sally Howell, asisten profesor sejarah di University of Michigan, Dearborn, mengingat Abdullah sebagai orang yang sederhana, pria santun dengan selera humor kering yang terlibat dalam percakapan satu-lawan-satu.

''Dia adalah orang bijaksana,'' katanya. ''Dia melihat Anda langsung ke dalam mata.''

Kematiannya mungkin adalah yang pertama bagi pemerintah AS untuk membunuh seorang pemimpin agama sejak kematian David Koresh pada tahun 1993 di peternakan Branch Davidian di Waco, Texas, kata para pemimpin agama. Ada yang mengatakan penembakan itu menggemakan pertempuran bersejarah antara Black Panthers dan polisi dekade lalu.

Pihak berwenang mengatakan Abdullah adalah laki-laki kejam, yang menyarankan kekerasan, penembakan orang dan pencurian. Dia adalah seorang fundamentalis Islam radikal yang mendukung kekerasan untuk mendirikan pemerintahan Islam, menurut sebuah keluhan kriminal.

Pandangan yang berbeda mengenai Abdullah terjadi di metro Detroit sementara masyarakat dan pejabat pemerintah terus mendebatkan kasus yang telah menarik perhatian internasional.

Di kalangan Muslim Afrika-Amerika, banyak yang terkejut mendengar kematian Abdullah.

''Penembakan tragis ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai penggunaan kekuatan mematikan oleh agen penegak hukum,'' Aliansi Muslim di Amerika Utara, yang berbasis di Lexington, Ky., mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis tentang Abdullah. ''Kami mendesak penegak hukum dan media tidak mengambil keuntungan dari tragedi ini untuk menjelek-jelekkan Muslim Afrika-Amerika pada khususnya.''

Abdullah dulunya anggota dewan penasehat untuk Muslim Alliance, kelompok nasional Muslim Afrika-Amerika. Dia juga sering bertemu dengan Imam setempat, kata Muslim setempat.

David Nu'man dari Detroit, yang mengatakan bahwa dia mengenal Abdullah selama sekitar 15 sampai 20 tahun, menggambarkan dirinya sebagai "manusia yang baik.''

"Dia membantu kaum muda, orang yang sangat dermawan," kata Nu'man. "Ia akan membantu memberi makan tunawisma.'' (rin/nt/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon