Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Sahin: Islamophobia Adalah Kesalahan Yang Disengaja

E-mail Cetak PDF

KAMPALA (Berita SuaraMedia) - Islamophobia adalah sebuah hal yang tidak adil, salah, dan disengaja. Demikian kata Mehmet Ali Sahin, pembicara dari parlemen Turki pada hari Minggu (31/01). Sahin berpidato dalam forum Fourth Conference of the Parliamentary Assembly of the Organization of the Islamic Conference (OIC) yang berlangsung di Kampala, Uganda. Konferensi itu dijadwalkan akan berakhir pada hari Minggu mendatang.

Sahin memberikan tanggapan terhadap tindakan Swiss yang melarang menara Masjid. Menurut Sahin,  adanya pelarangan tersebut menunjukkan bahwa keputusan dan tindakan anti Islam akan terus berlanjut.

Menurut Sahin, dunia Islam mengahadapi banyak permasalahan: proses perdamaian di Timur Tengah; pertikaian di Palestina; situasi di Afghanistan, Pakistan, dan Yaman; masa depan Irak; dan ketidakadilan yang dihadapi kaum Muslim di Siprus, Kaukasus, dan di berbagai belahan dunia yang lain.

Parlemen, kata Sahin, semestinya memainkan peran penting dalam menepis prasangka terhadap Muslim. Dan, Turki menunjukkan reaksinya di segala platform.  "Perjuangan ini, yang kami laksanakan guna melawan mentalitas yang dibesarkan oleh prasangka, akan menjadi sebuah perjuangan penuh tantangan," kata Sahin.

Sahin merujuk kepada pertukaian Israel-Palestina dalam pidatonya. Menurut Sahin, semua saluran untuk mencapai perdamaian harus dipulihkan.

"Inisiatif pemukiman Yahudi, yang merupakan hambatan terbesar bagi proses perdamaian, harus diakhiri. Larangan bagi perpindahan penduduk Palestina di Tepi Barat harus dicabut," kata Sahin. Sahin menjelaskan bahwa Turki tak akan tinggal diam sehubungan dengan perkembangan di Gaza. Turki akan terus bereaksi.

Sahin berpendapat bahwa semestinya terdapat pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Dan, bantuan tersebut harus bebas dari campur tangan pihak mana pun. Tragedi kemanusiaan harus diakhiri.

"Ini adalah tugas kita terhadap kemanusiaan, tak hanya terhadap saudara-saudara Palestina saja, agar tidak dikesampingkan dalam tragedi ini," kata Sahin. Sahin menyatakan bahwa OIC harus memainkan peran penting dalam isu ini. Disamping itu, Turki mendukung segala inisiatif untuk menciptakan negosiasi damai antara Israel dan Palestina.

Sahin juga mengatakan bahwa Turki tetap mempertahankan konstribusinya bagi Afghanistan. Sahin menyebut-nyebut tentang Irak yang stabil dan makmur – Irak yang mampu mempertahankan integritas teritorial dan keutuhan politik serta bersahabat dengan negara-negara tetangga. Irak yang seperti itulah yang akan memainkan peran penting dalam menjamin keamanan dan stabilitas di Timur Tengah. Menjaga keamanan dan kesejahteraan di Afrika merupakan salah satu isu politik luar negeri Turki.

Sahin juga memberi pernyataan yang berkaitan dengan Siprus. Menurutnya, pendudukan di Siprus akan didasarkan pada parameter PBB. Sebuah kerjasama akan dikembangkan dengan berdasar pada struktur bizonal yang telah ditetapkan oleh pendiri kedua negara. Kerjasama itu akan menunjukkan adanya kesetaraan politik dan kesetaraan status di antara kedua negara.

"Sistem jaminan, yang ditetapkan pada 1960, harus dijaga," kata Sahin. Sahin menandaskan bahwa Turki akan mempersilahkan semua anggota IOC untuk mencabut larangan bagi Cypriot di Turki.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki telah memberikan pernyataan yang senada dengan Sahin. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh kanal TV Euronews pada hari Sabtu (30/01), Perdana Menteri Erdogan menyatakan, "Uni Eropa (UE) semestinya tidak ambil bagian dalam kampanye Islamophobia. Setiap negara yang melakukannya harus mendapat peringatan."

Erdogan juga berbicara perihal Siprus. Saat ini, Siprus tebagi menjadi dua bagian, yaitu bagian selatan dan bagian utara. Bagian selatan masuk ke dalam wilayah Yunani, negara anggota UE. Erdogan menyatakan," UE memikul tanggung-jawab yang besar atas deadlock atas Siprus. Mereka membuat kesalahan historis dalam menerima bagian selatan Siprus masuk ke dalam UE." Erdogan juga mengatakan bahwa menyebut bagian selatan itu sebagai "Siprus" merupakan suatu kesalahan politik. "Sebab di utara teradapat sebuah negara lain, yang sedang berkonflik dengan selatan. Dan kami, sebagai Turki, mengakui negara di utara tersebut."

Ketika ditanya tentang prospek penyatuan Siprus, Erdogan mengatakan bahwa Partai Cypriot Yunani selalu menghindari pendekatan langsung. Hal itu semestinya mendapat teguran dari UE. "Semestinya dapat dilihat dengan jelas bahwa proses prdamaian sedang terganjal," kata Erdogan. "Kami berjuang untuk mengatasi isu ini di bawah payung PBB," tegas Erdogan. (es/wb) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon