Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Zambia Bukakan Pintunya Untuk Keuangan Islam

E-mail Cetak PDF

LUSAKA (SuaraMedia  News) – Zambia membuka pintu bagi industri keuangan Islam yang sedang berkembang dengan merumuskan garis pedoman bagi jasa perbankan sesuai Syariah untuk pertama kalinya, dengan para bankir yang berharap langkah tersebut dapat mengakomodasi klien Muslim dan membantu perekonomian di negara bagian selatan Afrika itu.

"Garis pedoman itu bertujuan memberikan kerangka kerja yang lebih luas untuk mengoperasikan jasa perbankan Islam di negara ini," ujar Gubernur Bank Zambia, Dr. Caleb Fundanga kepada IslamOnline.net.

Bank Zambia telah memfinalisasi peraturan dan kerangka kerja perbankan untuk bank-bank yang akan menawarkan jasa keuangan Islam di negara tersebut.

Dr. Fundanga mengatakan bahwa sejumlah peraturan baru itu akan memungkinkan orang untuk memiliki akses ke kredit investasi kapital dari lembaga keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan tanpa membayar bunga.

"Di Zambia, kaum Muslim terpinggirkan dari sistem perbankan karena Syariah mengharamkan bunga."

Islam melarang kaum Muslim dari riba, menerima atau membayar bunga pinjaman.

Transaksi keuangan yang sesuai Syariah menyerupai kesepakatan sewa untuk memiliki, rencana menabung, pembelian bersama,  perjanjian jual, atau rekanan.

Investor memiliki hak untuk mengetahui bagaimana uang mereka digunakan, dan sektor ini diawasi oleh dewan pengawas yang berdedikasi serta pengawas nasional.

Fudanga mengatakan bahwa salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh industri ini di Zambia adalah kurangnya pedoman yang cukup dari cendekiawan Islam.

"Ketersediaan cendekiawan Syariah di Zambia mungkin akan memberikan tantangan karena sedikitnya jumlah Muslim di negara ini."

Menurut Dewan Islam Zambia (ICZ), kaum Muslim membentuk 12% dari totap 12.5 juta penduduk negara tersebut.

Para ahli percaya konsep keuangan Islam akan sangat menguntungkan bagi perekonomian nasional.

Chama Mwanya, seorang anggota wadah pemikir Zambia, Asosiasi Ekonomi Zambia (EAZ), mengatakan bahwa keuangan Islam akan membantu dalam isu pinjaman, salah satu faktor yang telah lama berusaha diatasi oleh sektor keuangan Zambia.

"Tingkat pinjaman masih tinggi di Zambia, membuat peminjaman untuk investasi kapital dilarang."

Dr. Fundanga, Gubernur Bank Zambia, berharap dengan memperkenalkan keuangan finansial ke pasar dan mendorong kaum Muslim untuk menggunakan sistem itu, Zambia akan mendapatkan dorongan penting bagi kemajuannya.

"Perbankan Islam harus dilihat dengan mengingat potensinya untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam pasar finansial dan dampak utamanya terhadap biaya dana serta kemampuannya untuk merangkul mereka yang tersisihkan dari sistem perbankan atas dasar agama."

Ini adalah pertama kalinya Zambia akan mengembangkan industri keuangan Islamnya.

Sistem perbankan Islam dipraktikkan di 50 negara di seluruh dunia, membuatnya menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling cepat dalam industri keuangan global.

Dimulai hampir tiga dekade lalu, industri perbankan Islam telah membuat pertumbuhan substansial dan menarik perhatian dari para investor dan bankir di seluruh dunia.

Sejumlah lembaga internasional, termasuk Citigroup, HSBC, dan Deutsche Bank, akan masuk ke bisnis perbankan Islam.

Saat ini, terdapat hampir 300 bank dan lembaga keuangan Islam di seluruh dunia yang asetnya diprediksi akan tumbuh satu trilyun dolar pada tahun 2013. (rin/io) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon