Sumber-sumber di Sarajevo menyebutkan bahwa sekitar 600 orang personel polisi dan agen intelijen bersenjata berat mengepung kwasan Gornja Maoca di dekat Brcko, sebelah utara negara tersebut. Mereka juga menggeledah beberapa rumah. Operasi tersebut menjadi operasi polisi terbesar sejak berakhirnya masa perang pada tahun 1995, kata Boris Grubesic, juru bicara jaksa penuntut umum.
"Ada tujuh orang yang ditangkap, termasuk pemimpin komunitas lokal, Nusret Imamovic. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, senjata dan amunisi dalam jumlah besar, ditemukan pula beberapa keping CD dan DVD," kata Grubesic.
Ia menambahkan bahwa salah satu orang yang ditahan bukan merupakan warga negara Bosnia.
"Operasi tersebut dilancarkan dengan tujuan utama untuk menemukan dan memproses orang-orang yang dicurigai terlibat dalam upaya untuk merusak integritas teritorial dan amanat konstitusi, serta mengobarkan kebencian dan menghilangkan toleransi antar etnis, ras atau agama."
Gornja Maoca adalah sebuah kawasan terisolir dan menjadi markas kelompok-kelompok Islam yang menerapkan hukum mereka sendiri di sana. Mereka juga mengajar di sekolah-sekolah setempat, sesuai dengan pendekatan Islam, demikian dilaporkan oleh sebuah kantor berita Jerman.
Banyak gerilyawan yang berasal dari negara-negara Muslim memperoleh kewarganegaraan Bosnia setelah masa perang berakhir (1992-1995) mereka kemudian menetap dan berkeluarga di sana.
Sejumlah gerilyawan asing tetap tinggal di negara tersebut setelah bertempur bahu-membahu dengan Muslim Bosnia untuk memerangi pasukan Serbia dan Kroasia. Mereka kemudian membentuk komunitas tersendiri di desa tersebut. Sejumlah warga setempat yang menganut paham Wahhabi kemudian turut bergabung dengan mereka.
Sebagian besar gerilyawan asing telah meninggalkan negara Balkan tersebut atas desakan dari AS, namun aliran Wahhabi menarik perhatian banyak pemuda Muslim Bosnia dalam beberapa tahun terakhir.
Polisi dari kedua wilayah otonomi Bosnia, Republik Serbia dan Federasi Muslim Croat, turut ambil bagian dalam operasi yang diberi nama sandi "cahaya" di desa Gornja Maoca dan sebelah utara distrik Brcko.
"Polisi juga mencari barang bukti aktivitas kriminal yang dianggap penting dalam memproses perbuatan kriminal," kata Grubesic.
Seorang saksi mata yang berada di dekat tempat kejadian mengatakan kepada Reuters bahwa polisi telah memblokir seluruh akses masuk ke Gornja Maoca, sehingga tidak ada satu orangpun yang diperbolehkan untuk memasuki desa tersebut.
Dalam sebuah laporan terkait, disebutkan bahwa elemen-elemen kepolisian Uni Eropa turut berpartisipasi dalam operasi tersebut. Ditambahkan pula bahwa aparat menyita sejumlah besar senjata pada awal operasi tersebut. (dn/im/ie/re) www.suaramedia.com
- Perancis Tolak Kewarganegaraan Muslim Dengan Istri Berbuqa
- Euforia Kemenangan Sepak Bola Rubah Aturan Bercadar
- Muslim Perancis Serukan Perlawanan Atas Islamophobia
- Muslim India Kecam Aksi Shiv Sena Terhadap Aktor Bollywood
- Musim Nigeria Tolak Tawaran Pelatihan Al Qaeda














