"Al Qaeda tidak diterima di sini," ujar Abdul Lateef Adegbite, juru bicara Dewan Agung Nigeria untuk Urusan Islam (NSCIA), kepada IslamOnline.net pada hari Selasa (2/2).
"Kepemimpinan Muslim Nigeria tidak ada urusan dengan Al Qaeda dan saya yakin tidak satupun badan afiliasi kami yang terkait dengan kelompok ini, jika memang ada."
Lebih dari lima media harian nasional pada hari Selasa melaporkan bahwa AQIM menawarkan untuk melatih dan mempersenjatai kaum Muslim Nigeria.
"Kami siap untuk melatih rakyat kalian dengan senjata, dan memberi kalian dukungan apa pun yang kami mampu dalam keanggotaan, senjata, dan amunisi untuk memungkinkan kalian membela orang-orang kami di Nigeria," The Punch, harian terkemuka Nigeria, mengutip pernyataan AQIM lewat sebuah email.
Sekitar 553 orang, kebanyakan Muslim, diyakini telah terbunuh bulan lalu pertempuran selama empat hari di ibukota Jos dan desa-desa sekitar.
"Kalian tidak sendirian dalam ujian ini. Hati para Mujahidin terasa sakit atas kesulitan kalian dan ingin membantu kalian sebanyak mungkin," ujar pemimpin AQIM Abu Musab Abdel Wadoud.
Namun, para pemimpin Muslim mendesak media Nigeria untuk lebih berhati-hati dalam melaporkan isu-isu sensitif semacam itu.
"Keaslian email ini sangat meragukan," ujar Adegbite.
Dr. Abdurrahman Ahmad, Pimpinan Imam Masyarakat Islam Nigeria, Ansar Ud Deen, dan seorang mantan penyiar, juga memiliki kecurigaan yang sama.
"Saya telah membaca koran hari ini, namun saya sedih mengetahui tidak ada referensi khusus ke website dari mana cerita ini diangkat. Mengingat sejarah semangatnya, saya berharap media Nigeria lebih investigatif," ujarnya.
"Saya terutama merasa terhina sebagai orang Nigeria, sebagai pemimpin agama, dan sebagai anggota pers Nigeria bahwa koran-koran ini dapat mempublikasikan kisah yang sensitif seperti itu tanpa menyelidikinya dengan benar."
"Siapa pun dapat duduk dengan nyaman di kamarnya dan mengirim email dengan nama samaran. Hingga sekarang, tidak ada yang tahu identitas asli dari email yang dengan sengaja dikirim oleh Gerakan untuk Emansipasi Delta Niger (MEND) dan tidak ada seorang pun yang diwawancarai."
Ahmad, suara Islam terdepan di Nigeria selatan, membantah kehadiran Al Qaeda di Nigeria.
"Saya tahu benar, saya berada dalam posisi untuk mengetahui ini, bahwa tidak ada sel Al Qaed di negara ini."
Pada tahun 2008, Inspektur Jenderal kepolisian saat itu, Mike Okiro, memperingatkan ancaman Al Qaeda untuk meluncurkan serangan teroris di Nigeria.
Konsulat AS di Nigeria pada bulan Juni 2005 telah mengklaim bahwa ada sejumlah ancaman serangan terhadap kepentingan Barat dan AS di Nigeria oleh kelompo-kelompok yang diduga ada kaitannya dengan Al Qaeda.
Abdullahi Shuaib, koordinator Konferensi Organisasi Islam (CIO), memperingatkan bahwa laporan semacam itu bertujuan meningkatkan ketegangan etno-agama di Nigeria.
"Reaksi saya terhadap cerita ini adalah bahwa ini cerita bohong. Ini konyol dan saya tidak mempercayainya," ujarnya.
"Ini adalah hasil kerja orang-orang iseng yang ingin menambah kebingungan di negara ini."
"Mereka mengambil keuntungan dari ketegangan etnis yang ada di seluruh penjuru negeri dan mereka tahu bahwa seluruh rakyat Nigeria yang fobia terhadap Al Qaeda akan waspada. Mereka juga ingin menimbulkan kebingungan dalam kepemerintahan dan memberikan peringatan palsu."
Nigeria adalah masyarakat multiagama dengan 50% penduduknya beragama Islam dan 40% Kriten.
Shuaib mendesak rakyat Nigeria dari berbagai agama dan etnis untuk mengetahui bahwa situasi di dalam negeri membutuhkan rekonsiliasi.
"Mereka harus mengabaikan cerita yang bertujuan memicu terjadinya krisis dan mengambil keuntungan darinya."
"Tidak ada kekuatan eksternal yang dapat menyelesaikan krisis etnis di bagian dunia mana pun, hanya orang-orang yang mengalaminya sendiri yang dapat menyelesaikan."
Adegbite, juru bicara NSCIA, sependapat.
"Kami mendesak generasi muda untuk tidak membiarkan dirinya tersesat," ujarnya.
"Saya beritahu kalian bahwa Muslim Nigeria adalah pecinta damai dan tidak akan melayani kepentingan teroris atas nama Islam." (rin/io) www.suaramedia.com
- Polisi Perancis Dirudung Masalah Akibat Jilbab
- Perancis Tolak Kewarganegaraan Muslim Dengan Istri Berbuqa
- Euforia Kemenangan Sepak Bola Rubah Aturan Bercadar
- Muslim Perancis Serukan Perlawanan Atas Islamophobia
- Muslim India Kecam Aksi Shiv Sena Terhadap Aktor Bollywood














