Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Karzai Batalkan Pertemuan Dengan Muslim Perantara Taliban

E-mail Cetak PDF

RIYADH (Berita SuaraMedia) – Presiden Afghnistan, Hamid Karzai, membatalkan sebuah pertemuan pada hari Rabu dengan sebuah kelompok Muslim terkemuka di Arab Saudi yang bertujuan membantu upaya rekonsiliasi dengan Taliban.

Pertemuan itu dibatalkan karena Karzai merasa keberatan dengan agendanya.

Namun, seorang diplomat yang mendampingi Karzai mengatakan pada Reuters bahwa pertemuan itu dibatalkan karena delegasi Afghan ingin mengunjungi Madinah, tempat dikuburkannya Nabi Muhammad.

Karzai tiba di Arab Saudi pada hari Selasa, mencari bantuan untuk upaya rekonsiliasinya dengan Taliban.

Pertemuan yang dibatalkan itu rencananya akan membahas peran OKI (Organisasi Konferensi Islam) dalam menangani ketegangan Afghanistan dan menindaklanjuti upaya OKI untuk menyelenggarakan konferensi bagi para  cendekiawan Islam dari berbagai otoritas relijius Afghan.

"Kami paham bahwa Arab Saudi mendukung langkah OKI untuk perdebatan di kalangan pemimpin agama Afghan sebagai sarana meyakinkan Taliban untuk meninggalkan Al Qaeda," ujar pejabat senior OKI kepada Reuters.

Dengan dukungan dari Raja Abdullah dari Saudi, OKI berusaha memainkan peran yang lebih besar dalam menyelesaikan krisis dunia Muslim melalui perdebatan di antara berbagai aliran Islam.

Raja Abdullah melakukan pembicaraan dengan Karzai pada hari Rabu, namun tidak panjang lebar.

Saudi tidak banyak berkomentar mengenai kunjungan Karzai, yang menyusul seruannya di sebuah konferensi London minggu lalu terhadap Arab Saudi untuk membantu mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

Riyadh telah mengatur dan menjadi tuan rumah pembicaraan antara pemerintah Afghan dan perwakilan Afghan di masa lalu dan Karzai mengatakan pesan apa pun dari Raja Abdullah akan memiliki dampak besar terhadap Taliban dan gerakan Islam lainnya.

Namun Riyadh mengatakan bahwa Taliban harus menolak tempat perlindungan bagi Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda kelahiran Saudi, sebelum bersedia bertindak sebagai mediator dalam kesepakatan perdamaian Afghan.

Mustafa Alani, dari Pusat Penelitian Teluk di Dubai, mengatakan bahwa Arab Saudi tidak memiliki niat untuk memediasi karena risikonya terlalu tinggi dan imbalannya tidak jelas.

Dalam kerjasamanya dengan Washington, Riyadh memberikan bantuan keuangan kepada Mujahidin Afghan untuk bertempur melawan pasukan Soviet di tahun 1980an. Namun, dukungan itu masuk dalam penyelidikan setelah terjadi serangan 11 September.

Langkah Karzai tersebut telah menimbulkan kegelisahan di antara Amerika Serikat dan diplomat Barat dalam Konferensi London ketika ia meminta Arab Saudi untuk membantu menengahi perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

Konferensi itu diselenggarakan oleh Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan termasuk wakil-wakil dari 70 negara yang datang bersama-sama untuk mendiskusikan kemungkinan penyelesaian politik bagi perang Afghanistan. Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Saud Al-Faisal menyuarakan sentimen bersama oleh semua negara yang hadir atas masa depan Afghanistan: "Tidak ada solusi militer terhadap masalah-masalah yang dihadapi Afghanistan saat ini."

Menurut Wall Street Journal, beberapa pejabat AS menyatakan bahwa kepercayaan Karzai kepada Saudi itu tidak pada tempatnya, dan bahwa kerajaan hanya memiliki sedikit pengaruh atas Shura Quetta, keseluruhan dewan kepemimpinan Taliban yang dipimpin oleh Mullah Omar. Lebih penting lagi, para pemimpin AS curiga bahwa kemungkinan Saudi memiliki kepentingan dalam kekuasaan Taliban , suatu realitas digarisbawahi dalam laporan Intelijen Global Stratfor:

Saudi memiliki hubungan dekat dengan Taliban sejak pertengahan 1990-an, menurut Robert Lacey dalam bukunya  "Inside the Kingdom: Kings, Clerics, Modernists, Terrorists and the Struggle for Saudi Arabia", Lacey menyoroti sifat dan kedalaman hubungan ini dengan deskripsi tentang bagaimana pemimpin Taliban, Mullah Omar pernah disambut petugas intelijen Saudi pada tahun 1995, ketika Omar konon mengatakan kepadanya: "Apapun yang Arab Saudi ingin saya lakukan, saya akan melakukannya." (rin/yh/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon