Dalam debat parlemen, Philip Hollobone dari Konservatif mengatakan hal itu "ofensif" bagi perempuan untuk berhenti melakukan kontak wajah dengan orang lain.
Anggota Parlemen Kettering itu mengatakan dia memiliki "simpati besar" dengan orang-orang yang menginginkan larangan menutupi wajah dengan cadar di depan umum.
Tak satu pun dari tiga partai besar Inggris mendukung larangan itu, dengan para menteri mengatakan bukanlah sikap "Inggris" untuk melarang hal itu.
Partai Kemerdekaan Inggris telah menyerukan larangan terang-terangan, mengatakan mengenakan burqa dapat membantu menciptakan sebuah "masyarakat yang terpecah".
Berbicara di Parlemen Westminster Hall, Hollobone mengangkat isu kontroversial, dan mengatakan itu di "akhir" dari argumen imigrasi.
Dia berkata: "Saya memiliki simpati yang besar kepada orang-orang yang mengatakan mereka ingin mengambil tindakan terhadap mereka yang ingin untuk menutupi diri mereka di depan umum.
"Sekonyol apakah Dewan Perwakilan jika kita semua memakai burqa? Bagaimana Tuan Pembicara (Yohanes Bercow) dapat mengidentifikasi Anggota untuk panggilan selanjutnya?
"Ini sama seperti perbandingan setara dalam hal religius dengan berjalan-jalan dengan kantong kertas di atas kepala dengan dua lubang untuk mata.
"Ini sangat menyinggung dalam pandangan saya jika ingin menjauhkan diri dari kontak tatap muka atau mengenali anggota lain dari umat manusia.
"Saya pikir kita harus jelas melihat cara-cara untuk mengatasi masalah itu."
UKIP adalah satu-satunya partai yag berdebat untuk pelarangan total setelah Partai Nasional Inggris menyerukan burqa untuk dilarang di sekolah-sekolah.
Mantan pemimpin UKIP Nigel Farage berkata: "Saya tidak bisa pergi ke bank dengan helm sepeda motor masih terpasang. Saya tidak bisa memakai balaclava di sekitar District and Circle.
"Apa yang kita katakan adalah, ini adalah sebuah simbol. Ini merupakan simbol dari sesuatu yang digunakan untuk menindas perempuan. Ini adalah simbol yang semakin membagi Britania.
"Dan kekhawatiran yang sebenarnya tidak hanya tentang apa yang orang-orang pakai - kekahawatir nyatanya adalah bahwa kita menuju suatu situasi di mana banyak dari kota kita yang menjadi sarang penjahat dan bahkan pembicaraan mengenai hukum Syariah menjadi bagian dari budaya Inggris."
Sebuah "perbedaan" budaya "sedang dipaksakan pada bagian-bagian Britania dan tak ada yang mau itu," tambah Farage, tapi ia menyangkal kebijakan adalah sebuah upaya untuk merebut suara dari BNP dan menegaskan hal itu "tidak ada hubungannya dengan BNP".
Tetapi Sekretaris Sekolah Ed Balls mengatakan adalah tindakan yang "tidak Inggris" untuk mengatakan kepada orang apa yang harus dipakai di jalan, dan menuduh UKIP terlibat dalam "politik yang tidak menyenangkan".
Salma Yaqoob, pemimpin anti-perang partai Respect, juga mengecam larangan yang diusulkan, menambahkan bahwa ada kebutuhan untuk melindungi "kebebasan berbicara, kebebasan beribadah".
Pada tahun 2006, Jack Straw, menteri kabinet marah pada kelompok-kelompok Muslim setelah katanya kerudung wajah atau cadar adalah "pernyataan terlihat mengenai pemisahan dan perbedaan" dan mengusulkan agar mereka bisa membuat hubungan masyarakat menjadi lebih sulit.
Pekan lalu Perdana Menteri Perancis Francois Fillon meminta pengadilan tertinggi negara itu untuk membantu merancang undang-undang yang melarang jilbab penuh.
Hal ini mengikuti laporan di Parlemen Perancis yang menyerukan larangan burqa dan niqab, menyatakan bahwa wanita Muslim yang benar-benar menutupi kepala dan wajah mereka adalah suatu tantangan yang "tidak bisa diterima" dalam nilai-nilai negara. (iw/bbc) www.suaramedia.com














