"Meski tidak ada masalah dengan cadar di Irlandia, itu adalah sesuatu yang kini sedang diperdebatkan di banyak tempat," ujar Ali Selim, Sekretaris Jenderal Dewan Imam Irlandia, kepada The Irish Times, Sabtu (6/2).
Beberapa negara Eropa tenggelam dalam perdebatan panas mengenai larangan cadar.
Sebuah panel parlemen Perancis bulan lalu merekomendasikan untuk menjatuhkan larangan parsial terhadap pemakaian cadar di rumah sakit, sekolah, transportasi umum, dan kantor pemerintahan.
Pemerintah Italia juga memperdebatkan sebuah undang-undang untuk melarang cadar.
Perdebatan serupa juga memanas di Denmark dan Jerman.
Para imam di Irlandia mendesak negara-negara Eropa menghormati hak wanita Muslim untuk mengenakan apa yang menurut mereka pantas.
Mereka mengatakan bahwa seruan untuk melarang cadar adalah sebuah pelanggaran terhadap kebebasan personal yang dijamin oleh sistem yang demokratis.
Larangan semacam itu juga akan menjadi halangan bagi mulkulturalisme, integrasi, dan hak asasi manusia.
Sementara jilbab adalah aturan wajib berpakaian bagi wanita Muslim, mayoritas cendekiawan Muslim sepakat bahwa seorang wanita tidak wajib mengenakan cadar. Mereka meyakini bahwa itu terserah pada kaum wanita untuk menentukan apakah akan memakai cadar atau tidak.
Para imam Irlandia menyerukan pada kaum Muslim Eropa untuk membuat kontribusi positif terhadap masyarakat mereka guna meluruskan segala kesalahpahaman.
"Kaum Muslim adalah minoritas di kebanyakan negara Eropa, " ujar Selim.
"Karena itu dihadapkan pada banyak tantangan dan bagaimana mereka menanganinya adalah hal yang penting."
Islam, agama terbesar kedua di dunia setelah Kristen, dilihat secara luas sebagai agama yang paling cepat pertumbuhannya di Eropa.
Namun, Muslim Eropa menghadapi sejumlah serangan dari kelompok sayap kanan, di tengah upaya untuk membatasi hak-hak beragama mereka.
Di bulan November tahun lalu, para pemilih di Swiss mendukung sebuah inisiatif oleh Partai Rakyat Swiss sayap kanan untuk melarang menara Masjid di negara tersebut.
Berbagai seruan juga berkembang di Italia, Belgia, dan Belanda untuk melarang pembangunan menara.
Penentangan juga tumbuh di Denmark atas rencana untuk membangun dua Masjid besar di Kopenhagen.
Irlandia adalah rumah bagi 50.000 Muslim, membentuk sekitar 1% dari total populasi. (rin/io) www.suaramedia.com
- Polisi Inggris Harapkan Bantuan Muslim Kenali Calon Teroris
- Lapangan Parkir Rahasia Jemaah Sholat Jumat LA
- Partai Anti-Kapitalis Perancis Ajukan Kandidat Berjilbab
- Video Ungkap Kekerasan Terhadap Polisi Oleh Gang Anti-Islam
- Daging Halal Seret Pemerintah Angouleme Dalam Dilema














