Minggu, 05 Pebruari 2012

Headlines:

Pantau Muslim Beribadah, Pemerintah Mesir Menuai Hujatan

E-mail Cetak PDF

KAIRO (Berita SuaraMedia) – Kalangan teolog Mesir mengkritik dikeluarkannya keputusan Kementerian Awqaf, Mahmoud Hamdi Zakzouk, mengenai pemasangan kamera pengintai di dalam sebuah di Mesir.

Mereka menyebut rencana keamanan tersebut sebagai rencana jahat untuk memata-matai orang-orang yang tengah beribadah. Keberadaan kamera pengintai tentu dapat mempengaruhi stabilitas emosi dari para pengunjung Masjid dan berpotensi membuat orang enggan kembali ke rumah Allah tersebut, demikian dilaporkan oleh surat kabar "The Egyptians".

Dr. Mohamed Abdel-Moneim, seorang cendekiawan Al-Azhar, memperingatkan bahwa pemasangan kamera-kamera pengintai tersebut dapat mengancam stabilitas psikologis dan kekhusyukan beribadah.

Menurutnya, keputusan Zakzouk untuk memasang kamera di Masjid dengan dalih upaya perlindungan merupakan sebuah hal yang tidak dapat diterima. Pemasangan kamera pengawas justru meningkatkan kecurigaan dan keraguan di hati orang-orang yang beribadah.

Kementerian Awqaf mengatakan bahwa pemasangan kamera pengintai di Masjid Al Sayyeda Zainab dilakukan untuk mengawasi insiden pencurian yang baru-baru ini marak terjadi di Masjid, namun langkah serupa tidak diterapkan di Masjid-Masjid lain yang tersebar di berbagai penjuru Mesir.

Pihak kementerian membantah bahwa mereka mengalokasikan dana untuk pemasangan kamera-kamera pengawas tersebut, mereka mengatakan bahwa ada seorang donatur Mesir yang menanggung biaya pemasangan kamera tersebut. Pihak kementerian mengatakan bahwa peranan kamera tersebut akan dibatasi hanya untuk mengawasi Masjid saja.

Dalam konteks terkait, Dr. Ahmed Abdul Rahman, seorang profesor ilmu filsafat dan etika, mengatakan bahwa keputusan Zakzouk tersebut merupakan bagian dari tindakan spionase untuk mengawasi aktivitas para imam. Dia menyebut bahwa aktivitas Kementerian Awqaf dalam pengamanan semakin meningkat dalam kepemimpinan menteri yang saat ini menjabat.

Sheikh Youssef al-Badri, seorang ulama Islam, anggota dari Majelis Tertinggi Urusan Islam, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan "langkah-langkah setan", ia juga memperingatkan mengenai konsekuensi yang akan terjadi, berupa rasa takut dan teror di hati dan jiwa para jamaah Masjid karena aktivitas mereka diawasi.

Al-Badri mempertanyakan apakah benar dinas keamanan Mesir akan menemukan bahan peledak atau senjata di Masjid, atau organisasi politik maupun keagamaan yang dianggap mengancam keamanan dan stabilitas negara.

Al-Badri mengatakan bahwa keputusan Zakzouk tersebut adalah sebuah hal yang dilarang Tuhan. "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhkanlah diri kalian dari prasangka, karena sebagian besar prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian memata-matai atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain, karena hal itu sama saja dengan memakan daging saudara kalian yang telah mati. Sesungguhnya Allah maha menerima taubat dan maha pengasih."

Dia menambahkan bahwa keputusan Zakzouk tersebut akan mengakibatkan terbongkarnya aib orang lain, karena di Masjid, seringkali ada orang yang bekonsultasi mengenai masalah rumah tangga.

Al-Badri mengatakan bahwa melakukan tindaka mata-mata di dalam Masjid sama saja dengan menghina para tamu rumah Allah, yang disebut dalam Al-Quran sebagai tempat yang aman.

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut akan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Ia mengatakan bahwa dengan dalih apapun, pengawasan di dalam Masjid tidak dapat diterima. (dn/im/bm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon