Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Terhambat Dana, Lembaga Islam Serbia Terancam Tutup

E-mail Cetak PDF

BEOGRAD (Berita SuaraMedia) – Menghadapi kurangnya donasi akibat tekanan pemerintah, lembaga pendidikan di Serbia terancam ditutup karena kekurangan pendanaan.

"Lembaga pendidikan kami menghadapi krisis keuangan yang menghambat mereka menyampaikan pesan-pesan mereka," ujar Sheikh Muamer Zukorlic, Mufti Agung dan Kepala Sheikhdom Islam Serbia, kepada IslamOnline.net.

"Krisis yang kami hadapi ini adalah hasil dari kebuntuan politik antara Sheikhdom dan otoritas Serbia."

Zurkolic menyalahkan kebuntuan itu pada upaya pemerintah untuk membatasi ekspansi lembaga Sheikhdom.

"Pemerintah telah mengadopsi kebijakan untuk mengeringkan sumber-sumber keuangan yang mendanai sejumlah proyek dan lembaga kami," keluhnya.

Pemerintah telah menangguhkan bantuan untuk Sheikhdom meskipun hukum Serbia membolehkan diberikannya bantuan pada organisasi relijius.

"Mereka juga menekan para pengusaha yang mendanai proyek-proyek Sheikhdom untuk berhenti mengucurkan dana, akibatnya kami kekurangan dana karena par pengusaha takut bisnisnya akan terganggu," ujarnya.

"Otoritas juga meluncurkan kampanye media melawan Sheikhdom untuk merusak citranya dan menghilangkan kepercayaan masyarakat."

Sheikhdom mengawasi tujuh taman kanak-kanak dengan 1.000 murid dan tiga sekolah dasar dengan 500 murid.

Lembaga ini juga mengoperasikan sebuah fakultas untuk studi Islam serta Universitas Internasional Novi Pazar, yang memiliki 4.000 mahasiswa.

"Meskipun kami perlu memperluas lembaga pendidikan ini untuk memelihara identitas kami, krisis ini memaksa kami menghentikan beberapa proyek baru kami," ujar Zukorlic.

Pemimpin Muslim ini meminta kaum Muslim di luar negeri untuk membantu Sheikhdom melewati krisis ini.

"Tidak ada pilihan lain selain mengandalkan bantuan asing untuk menjaga kelangsungan operasional lembaga pendidikan kami."

Serbia memiliki minoritas Muslim berjumlah hampir setengah juta jiwa, kebanyakan dari etnis Bosnia dan Albania.

Fakultas Studi Islam adalah salah satu lembaga pendidikan yang berisiko ditutup karena kekurangan dana.

"Fakultas ini menghadapi masalah keuangan yang mengancamnya untuk ditutup," ujarnya.

"Fakultas ini memiliki sejumlah dosen yang belum dibayar selama berbulan-bulan."

Fakultas Studi Islam memiliki 300 mahasiswa dan 45 dosen.

"Krisis yang dimulai dua tahun lalu ini telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir," ujar profesor Hajrudin Balic.

"Staf fakultas akan terpaksa mencari pekerjaan lain jika krisis berlanjut," ujarnya memperingatkan.

Kurangnya dana juga berdampak terhadap sekolah dasar GAZI ISA BEG.

"Banyak generasi yang telah lulus dari sekolah itu," ujar kepala sekolah Mustafa Fetic.

Dibangun di abad 16, sekolah tersebut dianggap sebagai yang tertua di wilayah Sanjak. Memiliki 328 murid dan 95 staf.

"Untuk memungkinkan sekolah ini terus memainkan perannya, dibutuhkan bantuan untuk menggaji para guru, yang belum dibayar selama berbulan-bulan," ujar Fetic.

"Sekolah ini berisiko mengalami penutupan."

Pramenkovic, dekan Fakultas Studi Islam, juga meminta bantuan.

"Kami sangat memerlukan bantuan untuk meneruskan peran pendidikan kami yang sejalan dengan ajaran Islam moderat." (rin/io) www.suaramedia.com

Altetik

Tundukkan Brown, Murray Tembus Babak Ketiga
Sementara itu di pertandingan lain, petenis Ukra...More »

Berita Gadget Terkini

AS Kembangkan Aplikasi Ponsel Khusus Untuk Penderita Epilepsi
Penderita epilepsi di Amerika Serikat sendiri di...More »

Otomotif Terbaru

V-Strom 650, Motor Penjelajah Untuk Sang Petualang Sejati
Suzuki V-Strom 650 versi XPEDITION dirancang unt...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon