Ketiga pria berusia 17, 18, dan 19 tahun itu ditahan dan kemudian dibebaskan dengan jaminan hingga tanggal 4 Januari. Persyaratan jaminannya, yang menyatakan bahwa mereka tidak akan berada 100 meter dari universitas atau menghubungi mahasiswa City University atau para saksi mata, tidak berlaku lagi karena telah kadaluarsa.
Pada saat itu, polisi mengatakan bahwa mereka menganggap serangan terhadap anggota Masyarakat Islam universitas tersbeut bermotifkan kebencian ras.
Masih belum jelas apakah polisi akan terus melakukan patroli tambahan di sekitar kampus. Insiden pada tanggal 5 November itu dimulai di dekat Gloucester Building yang menjadi tempat sholat di universitas itu. Perkelahian kemudian berlanjut di St John Street di mana para mahasiswa diserang dengan tongkat oleh 30 pria kulit putih dan kulit hitam.
Meskipun pihak keamanan kampus tidak menyadari perkembangan itu, Richard Mansfield, manajer keamanan, mengatakan tidak ada intelijen yang menyatakan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab atas serangan itu akan berusaha membalas dendam. Ia menambahkan bahwa ia tidak yakin akan adanya ancaman tambahan terhadap para mahasiswa.
Serangan tersebut merupakan puncak dari serangkaian konfrontasi selama beberapa malam di dekat universitas itu. Kejadian tersebut dipicu sekelompok pemuda yang meneriakkan kata-kata kotor pada seorang mahasiswa Muslim yang akan pergi ke ruang sholat di universitas dan kemudian menyerangnya dan mahasiswa lain yang berusaha menolongnya. Dalam insiden itu, satu mahasiwa mengalami retak pada tengkoraknya.
Federasi Masyarakat Mahasiswa Islam mengklaim bahwa geng pemuda itu meneriakkan kata-kata seperti: "Kejar Muslim itu," dan "Orang-orang Pakistan". Mereka menyerukan pada pihak universitas untuk memberikan asuransi keselamatan dan kesejahteraan kepada para mahasiswa.
Qasim Rafiq, juru bicara Federasi, mengatakan, "Kami meyakini bahwa serangan-serangan itu melibatkan kelompok yang sama, namun tahun lalu terjadi serangan sporadis di universitas lain. Kami telah berkonsultasi dengan polisi dan pejabat universitas dan kami ingin jaminan bahwa strategi yang mereka terapkan untuk melindungi para mahasiswa bersifat permanen, tidak temporer."
Kepolisian Metro mengatakan bahwa tim patroli telah ditugaskan di area tersebut dan pencarian sedang dilakukan. Inspektur detektif Trevor Borley, dari unit keselamatan komunitas kepolisian Islington, mengatakan, "Kami memperlakukan masalah ini dengan serius."
Dalam sebuah pernyataan, pihak City University mengatakan bahwa mereka merasa terkejut dan sedih dengan serangan-serangan tersebut dan telah meningkatkan patroli keamanan di kampus dan di ruang-ruang ibadah. Profesor Julius Weinberg, wakil konselor, telah menulis ke semua mahasiswa, menyarankan agar mereka bersikap lebih hati-hati. (rin/ip) www.suaramedia.com
- Surat Kabar Pencetak Kartun Nabi Kecewakan Muslim Norwegia
- Trio Masjid Inggris Dapatkan Penghargaan Dari Kepolisian
- Atif Siddique, Muslim Santun Korban Salah Hukum Inggris
- Ledakan Misterius Di Sekolah Islam Australia Sulut Kepanikan
- Tolak Deportasi Muslim Bosnia, Mantan Polisi Raih Penghargaan














