Mohammed Younis Choudary, pimpinan Masjid Gulzar E-Medina di Westtown, dan Siraj Valli, pimpinan Masjid Madani Misi Mohadis E-Azam di Dewsbuary Moor, bersama dengan Waseem Riaz, sukarelawan Kirklees Faith Network, menerima penghargaan mereka dari komandan divisional, John Robins.
Ketiganya memainkan peran penting dalam membantu polisi dan Kirklees Faith Network dari Masjid-Masjid Sunni merencanakan empat even pelatihan kesadaran Islam NPT di Masjid Gulzar E-Medina.
Sesi yang menjelaskan tradisi dan etika Islam itu dihadiri oleh lebih dari 150 petugas kepolisian Kirklees.
Mohammed Younis Choudary mengatakan, "Tujuannya adalah membiarkan polisi-polisi ini memiliki pengalaman positif dan interaktif memasuki sebuah Masjid. Pihak Masjid merasa bahwa kebijakan pintu terbuka ini diharapkan akan mendobrak banyak stereotip dan penghalang, dan inilah tepatnya yang terjadi dalam program pelatihan."
"Karena itu pemberian penghargaan ini menjadi kejutan yang menyenangkan."
Waseem, yang membantu mengembangkan isi pelatihan bersama polisi, menambahkan, "Skema polisi ini adalah sebuah proyek yang benar-benar saya hargai dan akan memberikan banyak kenangan indah bagi saya untuk waktu lama."
Sejarah mengenai kerjasama kepolisian Inggris dengan komunitas Muslim telah berjalan cukup lama, termasuk mengenai isu terorisme.
Tahun 2009 silam, Scotland Yard (markas pusat kepolisian Inggris) telah mengundang sekelompok remaja berusia 17 hingga 25 tahun, yang sebagian besar adalah Muslim, untuk mengikuti pelatihan dalam merespon sebuah rencana teror, berharap dapat memperoleh dukungan mereka terhadap strategi anti-teror tersebut.
"Garis besarnya adalah bekerjasama dengan polisi untuk mencoba menyelesaikan semua persoalan ini, pengeboman yang terjadi, bekerjasama dengan komunitas dan kepolisian," ujar Ali Al Musawy, peserta berusia 17 tahun.
"Ini membuatmu sadar bahwa polisi tidak selalu datang untuk mengejekmu atau membencimu."
Musawy adalah satu di antara 30 pemuda London, sebagian besar Muslim, yang mengikuti latihan strategi anti-teror oleh polisi. Ia menghabiskan masa-masa awal usia remajanya dengan menimbulkan masalah bagi polisi dan keluarganya.
Di lantai lima Scotland Yard, mereka diberi video yang memberitakan ancaman teror dan diminta membuat keputusan untuk merespon serangan teror yang dapat mengubah kehidupan banyak orang. Rumah mana yang akan dirazia? Siapa yang akan mereka cegat dan geledah?
Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang lebih baik pada anak-anak muda tentang mengapa dan bagaimana polisi membuat keputusan, juga untuk menghentikan kaum muda merasa terisolasi dan bersikap skeptis terhadap pihak-pihak yang berwenang – mentarget mereka yang menurut pemerintah dan polisi rentan akan radikalisme. (rin/ie/sm www.suaramedia.com
- Muslim Prancis Ragukan Rencana Mega-Masjid Pemerintah
- Pencetus Larangan Berburqa Di Perancis Masuk Islam?
- Serukan Perang Salib Terhadap Islam, Cara Vatikan Alihkan Skandal Seks
- Perdebatan Pembangunan Menara Masjid Jerman Di Bekas Bioskop
- Surat Kabar Pencetak Kartun Nabi Kecewakan Muslim Norwegia














