Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Partai Wilders Manfaatkan Jilbab Dalam Negosiasi Politik

E-mail Cetak PDF

AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) - Sebuah larangan terhadap jilbab akan menjadi poin penting dalam negosiasi PVV untuk bergabung dalam koalisi pemerintah di Almere dan Hague. Larangan tersebut berlaku bagi para pegawai dewan kota serta semua institusi dan klab yang mendapat uang dari pemerintah setempat. Demikian kata pemimpin PVV, Geert Wilders kepada RTL News.

Menurut Wilders, perihal jilbab tersebut akan menjadi fokus pembicaraan dengan para eksekutif pemerintahan lokal di dua kota. Di Almere dan Hague, PVV akan bertarung untuk memperebutkan suara di dalam pemilu pada tanggal 3 Maret mendatang.

Larangan tersebut akan berlaku di semua kantor dewan serta semua institusi dan klab yang mendapat uang dari dewan, meskipun cuma satu sen sekali pun, tegas Wilders.

PVV diperkirakan akan menjadi partai terbesar di Almere dan terbesar kedua di Hague.

Wilders berpidato di depan para pendukungnya di Almere. Ia memasuki ruangan sambil diiringi lagu tema film Rocky, Eye of the Tiger. Lagi-lagi, ia mengungkit perihal jilbab.

Menurut Wilders, benda-benda religius seperti salib Kristen dan yarmulke Yahudi tidak dilarang. Sebab, benda-benda tersebut merupakan simbol budaya Belanda. Para pendukung Wilders memberinya standing ovation.

Wilders memulai pidatonya dengan "omongan panjang" melawan "partai Buruh yang arogan, kata Volkskrant yang melaporkan pertemuan tersebut. "Jika Anda menterjemahkan brosur-brosur pemilu berbahasa Arab milik PvdA, brosur-brosur tersebut berkata bawa keluarga Anda ke sini. Anda akan untung, kami akan membayar semuanya." Demikian kata Volkskrant mengutip ucapan Wilders.

"Almere harus menjadi kota teraman di Belanda," kata Wilders. "Akan ada akhir bagi subsidi bagi macramé Turki dan kaligrafi Arab. Bukan hanya Belanda, namun seluruh Eropa akan mencontoh Almere."

Wilders sedang menghadapi tuntutan. Ia dituduh melakukan diskriminasi dan  memancing kebencian terhadap pendatang non-Barat dan Muslim. Ia selalu mengatakan bahwa ia menentang agama Islam, bukan menentang Muslim itu sendiri.

Pada awal minggu ini, Wilders mengatakan kepada Telegraaf bahwa PVV berkomitmen untuk mempertahankan usia pensiun 65 tahun sebagai hal krusial dalam negosiasi pembentukan pemerintahan nasional. Hal itu terjadi setelah ambruknya persekutuan antara partai Buruh, CDA, dan Uni Kristen pada minggu lalu.

Sebagian besar partai telah mempertimbangkan untuk membentuk koalisi dengan Wilders. Hanya Kristen Demokrat dan partai sayap kanan Liberal VVD yang tidak melakukannya.

Menurut poll, terdapat kemungkinan besar bahwa diperlukan koalisi empat partai untuk membentuk pemerintahan baru setelah pemungutan suara pada tanggal  9 Juni.

Geert Wilders adalah pemimpin Partai Kebebasan (PVV). Ia dibesarkan dengan ajaran Katolik Roma, namun ia kemudian meninggalkan gereja tersebut. Wilders mengatakan bahwa ia mendukung "nilai-nilai Yudeo-Kristen". Wilders pernah mengunjungi Israel dan negara-negara Arab. Kunjungan tesebut mempengaruhi nilai-nilai politik Wilders.

Wilders sempat bergabung dengan Partai Rakyat. Namun, Wilders memiliki perbedaan pendapat dengan partai tersebut perihal penggabungan Turki ke dalam Uni Eropa. Wilders pun hengkang dari partai tersebut dan membentuk partainya sendiri, PVV. Wilders mengusung isu imigrasi, kebebasan berbicara, dan kepercayaan Islam. Ia bersikap keras terhadap para pemuda Maroko di Belanda – ia menyebut mereka sebagai "teror kota yang akan digilas oleh tentara.

Pada tahun 2008, Wilders membuat film "Fitna"  yang kontroversial. Pada tanggal 21 Januari 2009, Pengadilan Tinggi Amsterdam menyatakan bahwa Wilders telah memancing kebencian dan diskriminasi. (es/dn/wp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon