Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

"Kartun Berdarah" Nabi Muhammad Jadi Bahan Diskusi Kanada

E-mail Cetak PDF

ONTARIO (Berita SuaraMedia) - Selasa ini, Royal Ontario Museum akan menayangkan sebuah film Denmark tahun 2007 berjudul Bloody Cartoons, tentang kehebohan yang meledak pada 2005 ketika sebuah surat kabar Denmark mencetak selusin editorial kartun tentang Nabi Muhammad. Pemutaran akan diikuti dengan diskusi panel tentang sensor dan kebebasan berekspresi.

Dari University of Toronto, Profesor Brenda Crossman dan kartunis editorial Toronto David Anderson akan memberikan kontribusi pada diskusi. Acara dimulai jam 7 di Eaton Cleophee Signy dan Teater. Ini adalah bagian dari serangkaian peristiwa yang behubungan dengan kartun tersebut dan Romanian yang berlangsung hingga Juni mendatang, bersamaan dengan pameran karya seniman Dan Perjovschi. Tiket untuk Bloody Cartoons adalah $ 10.

Bloody Cartoons adalah sebuah film dokumenter tentang bagaimana dan mengapa 12 gambar dalam surat kabar di sebuah provinsi Denmark  bisa menyebabkan sebuah negara kecil masuk ke dalam konfrontasi dengan umat Islam di seluruh dunia. Film itu mempertanyakan apakah menghargai Islam dikombinasikan dengan respon yang memanas terhadap kartun kini menyebabkan adanya  penyensoran. "Bagaimana kita harus toleran," film itu bertanya-tanya. Dan batas apa yang harus ada, jika memang ada, untuk kebebasan berbicara dalam demokrasi.

Direktur film berada di Libanon, Iran, Suriah, Qatar, Perancis, Turki, dan Denmark, berbicara dengan beberapa orang yang memainkan peran kunci selama krisis kartun.

Kartun yang berjumlah dua belas itu dipublikasikan oleh harian Jyllands-Posten tahun 2005. Protes berujung pada pembakaran kantor-kantor diplomatik Denmark di Damaskus dan Beirut. Di Nigeria, lusinan orang meninggal dalam protes terhadap kartun tersebut.

Di dalamnya terdapat sketsa-sketsa seorang pria yang digambarkan sebagai Nabi Muhammad, termasuk salah satunya mengenakan surban berbentuk bom dan yang lainnya memperlihatkan sosok itu sebagai seorang nomaden yang dikelilingi wanita.

Tahun lalu, Perkumpulan Pers Denmark menjual cetakan gambar kartun Nabi Muhammad (SAW) yang diterbitkan oleh surat kabar Denmark tahun 2005 lalu yang memancing kemarahan umat Muslim dan menimbulkan protes sedunia, dikatakan pada Rabu lalu.

Seribu cetakan kartun itu, yang menggambarkan sang Nabi memakai surban dengan sumbu menyala yang ditancapkan di atas surbannya, dijual seharga 250 Dolar (188 Euro) di dalam sebuah website.

Pada tahun 2008, sekitar 20 surat kabar Denmark, termasuk Politiken, memproduksi ulang gambar-gambar tersebut. Lagi-lagi muncul protes dari sejumlah negara Muslim, termasuk Sudan, Mesir, Pakistan, dan Indonesia.

Setiap gambar kartun tersebut ditandatangani oleh sang kartunis, Kurt Westergaard.

"Sekarang anda bisa mendapatkan sebuah cetakan eksklusif dari gambar yang paling terkenal di zaman ini," surat kabar itu mengatakan pada websitenya dan menambahkan bahwa dia akan meneruskan hal itu dengan dalih kebebasan berekspresi.

Westergaard, 73 tahun, adalah satu dari dua belas kartunis yang karikaturnya pertama kali diterbitkan di sebuah harian Denmark Jyllands-Posten pada September 2005 lalu, yang menimbulkan kontroversi di seluruh dunia Muslim.

Awal tahun ini, Pihak berwenang Denmark menuduh seorang pria Somalia yang mencoba untuk membunuh Westergaard.

Menurut polisi, pencari suaka berusia 28 tahun yang namanya tidak pernah dirilis di bawah hukum Denmark itu ditembak dua kali oleh polisi ketika ia mencoba membobol rumah Westergaard bersenjatakan kapak dan pisau.

Akan tetapi, pada akhir bulan lalu, harian Politiken yang berbasis di Denmark meminta maaf kepada umat Muslim pada hari Jumat (26/02) sehubungan dengan kartun-kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat oleh harian tersebut pada tahun 2008.

"Kami meminta maaf kepada siapa pun yang telah tersinggung oleh keputusan kami untuk mencetak ulang gambar kartun tersebut," kata harian tersebut.

Politiken adalah harian Denmark pertama yang secara formal meminta maaf kepada semua pihak yang tersinggung oleh publikasi kartun Nabi Muhammad.

Pernyataan maaf tersebut dipublikasikan pada hari Jumat setelah tercapai kesepakatan yang melibatkan delapan organisasi dari Australia, Mesir, Yordania, Lebanon, Libya, Qatar, Arab Saudi, dan Palestina.

Dalam kesepakatan tersebut, Politiken menyatakan bahwa harian itu menyesal telah membuat umat Muslim tersinggung. Namun, Politiken tidak menyesal telah mempublikasikan gambar tersebut. Politiken juga tidak melepaskan  hak untuk mempublikasikan gambar kontroversial lagi. (iw/np/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon