Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Peringati Hari Wanita, Perancis Gelar Pawai Anti-Burqa

E-mail Cetak PDF

PARIS (Berita SuaraMedia) – Di Paris, enam aktivis Ni Putes Ni Soumises memulai lebih awal Hari Wanita Internasional dengan melakukan pawai mengenakan topi patung Liberty sebagai pengganti de La Republique dan secara simbolis menutupi patung tersebut dengan burqa besar, yang kemudian disingkirkan oleh polisi. Mereka memprotes apa yang mereka anggap sebagai penundaan diberlakukannya hukum menentang burqa di tempat-tempat umum. Sihem Habchi, ketua organisasi, mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan hukum anti-burqa itu terkubur.

Perdebatan mengenai burqa telah melewati perbatasan Perancis. Di Belgia, burqa telah dilarang di wilayah berbahasa Flemish, Brussels, dan Wallonia yang berbahasa Perancis.

Dalam dua minggu terakhir, 16 wanita muda telah menghubungi kantor Insoumise et Devoilee (Pemberontak dan Tidak bercadar), yang berlokasi di Verviers, selatan Belgia.

Tahun 2008, seorang wanita bernama Karima mendirikan organisasi tersebut yang diberi nama setelah judul buku yang ia publikasikan di tahun yang sama. Pada saat itu, ia tidak menduga bahwa segalanya akan berkembang sedemikian cepat. "Ini adalah bukti bahwa kisah saya bukan kasus yang terisolisasi, seperti yang dikatakan oleh sejumlah politisi," ujarnya sambil bercanda.

Hari ini, organsisasi Karima bertekad menyediakan jaringan keluarga asuh bagi kaum wanita yang ingin mencari awal baru. "Ketika kami menerima panggilan permintaan tolong, kami segera merespon, karena seringkali keberanian itu tidak bertahan lama," ujarnya. Pekerjaannya juga membawanya ke berbagai sekolah, rapat-rapat di balai kota, acara-acara televisi.

Tujuan jangka panjangnya adalah mewujudkan larangan jilbab di lembaga-lembaga publik. Di Flanders, sebuah hukum yang memberlakukan larangan semacam itu diadopsi pada bulan September 2009. Namun, di Wallonia dan Brussels, para anggota legislatif belum memeriksa persoalan itu.

Dua partai utama, Partai Sosialis (PS) dan Demokrat Kristen (CDH), enggan untuk mengembangkan persoalan tersebut. Pertama, mereka khawatir larangan itu akan mengasingkan sebagian pemilihnya – Belgia memiliki 400,000. Kedua, mereka menyarankan akomodasi yang masuk akal berdasarkan kebijakan yang diterapkan di Inggris dan AS.

"Secara pribadi, para politisi itu mendukung kami. Namun di hadapan publik mereka meninggalkan kami," ujar Karima.

Karima mengecam klaim niqab sebagai bermuka dua. "Cadar itu bukan lagi hanya selembar kain. Tersembunyi di baliknya adalah sejumlah eksklusi, seperti tidak berpartisipasi dalam kelas biologi atau olahraga," ujarnya.

Dengan perdebatan tentang jilbab yang masih jauh dari kata akhir di Belgia, sebuah hukum yang melarang burqa di tempat-tempat umum dapat bergerak ke parlemen tidak lama lagi. "Kami mengharapkan pemungutan suara sebelum Paskah," ujar anggota parlemen Denis Ducarme dari Gerakan Reformis (MR) yang berhaluan kanan. (rin/ie/f24) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon