Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Kelompok Muslim AS Kecam Pesan "Jihad" Al-Qaeda

E-mail Cetak PDF

MICHIGAN (Berita SuaraMedia) – Dawud Walid, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Michigan di Southfield, Michigan, mengecam seruan yang dilontarkan Adam Gadahn, juru bicara Al Qaeda kelahiran Amerika, yang pada hari Minggu (07/03) lalu ditahan di kota Karachi, selatan Pakistan.

Dalam video terbarunya yang diluncurkan di hari yang sama dengan penangkapannya, Gadahn memuji mayor angkatan darat AS yang didakwa membunuh 13 orang di Fort Hood, Texas, menyanjungnya sebagai panutan Muslim lainnya.

Walid, yang merupakan veteran angkatan laut, mengatakan bahwa kaum Muslim yang dengan rasa terhormat telah mengabdi dalam kemiliteran AS tidak akan terkesan dengan pesan Al Qaeda yang ditujukan pada angkatan mereka.

"Kami menyangkal sepenuhnya dan mengecam pernyataannya dan apa yang kami yakini sebagai upaya gagal dalam menghasut loyalitas Muslim Amerika di dalam militer," ujarnya.

Mereka juga meluncurkan video penangkal ajakan "jihad" tersebut.

Adam Gadahn adalah orang Amerika pertama yang didakwa dengan pengkhianatan sejak era Perang Dunia II setelah muncul di video Al Qaeda yang dipasang di internet, mengancam AS dengan kekerasan. Dakwaan pengkhianatan itu mengandung maksimal hukuman mati.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa saat itu Gadahn tampaknya hanya terlibat dalam propaganda Al Qaeda, bukan dalam perencanaan serangan.

Penangkapan Gadahn adalah yang terbaru dalam serangkaian penahanan militer di Pakistan, yang telah meningkatkan harapan akan lebih banyaknya aksi melawan Taliban dan Al Qaeda Afghan saat pasukan AS bertempur melawan militan di perbatasan Afghanistan.

Seorang pejabat senior pemerintah menegaskan penahanan tersebut, meskipun informasinya belum dirilis secara resmi.

Gadahn tumbuh dalam keluarga Yahudi-Kristen di sebuah peternakan kambing di wilayah Riverside, California, dan masuk agama Islam saat berusia 17 tahun di sebuah Masjid di Orange County. Sebelumnya ia dikenal dengan nama Adam Pearlman.

Menurut FBI, ia pindah ke Pakistan pada tahun 1998, dan disebut-sebut mengikuti kamp pelatihan Al Qaeda selama enam tahun, berposisi sebagai penerjemah dan konsultan kelompok.

Ia telah menjadi incaran FBI sejak tahun 2004, dan terdapat hadiah sebesar satu milyar dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau pendakwaannya.

Pria berusia 31 tahun ini dikenal memiliki banyak nama samaran, termasuk Yahya Majadin Adams dan Azzam Al Amriki.

Ia telah memasang sejumlah video dan pesan yang menyerukan kehancuran Barat dan serangan terhadap target-target di AS.

"Ia ditangkap di Karachi baru-baru ini," ujar seorang agen keamanan Pakistan.

"Ini adalah tangkapan yang penting," ujar agen lainnya.

Namun, tiga agen keamanan senior lainnya mengatakan bahwa Abu Yahiya bukanlah Gadahn.

"Kami kira itu adalah tangkapan yang besar, namun tampaknya itu bukan Gadahn. Kami berusaha untuk mengkonfirmasi kewarganegaraan dan latar belakangnya," ujar seorang agen keamanan senior. (alj/ab) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon