"Saya telah diminta untuk menghadap ke SIT (Tim Investigasi Khusus) besok," ujar mantan Sekretaris Jenderal BJP Nalin Bhatt kepada Trust of India pada hari Jumat (12/03).
Bhatt akan mendapatkan sejumlah pertanyaan mengenai pembunuhan 2,000 Muslim di Gujarat pada tahun 2002.
Pemanggilan itu datang sehari setelah kepala menteri Gujarat, Narendra Modi, dipanggil untuk ditanyai tentang pembunuhan itu.
"Kami telah memanggil kepala menteri Gujarat untuk ditanyai pada tanggal 21 Maret," ujar pimpinan SIT, R.K. Raghavan, kepada Agence Kantor Berita France Presse (AFP).
Perintah itu menyusul perintah serupa dari Mahkamah Agung kepada pihak penyelidik tahun lalu untuk menyelidiki sebuah keluhan yang diajukan oleh Zakia Jafri, janda mantan anggota parlemen dari Partai Kongres, Ehsan Jafri, yang dibunuh pada tanggal 28 Februari 2002.
Jafri dibunuh dan dibakar jasadnya oleh ekstremis Hindu yang menyerang masyarakat Gulbarg, sebuah komplek perumahan keluarga Muslim di Ahmedabad, kota terbesar di Gujarat.
Pada tahun 2002, setidaknya 2,000 Muslim dibunuh atau dibakar hingga mati oleh orang-orang Hindu di Gujarat setelah 59 peziarah Hindu tewas dalam sebuah kebakaran kereta api.
Kaum Muslim awalnya disalahkan atas kebakaran itu namun kemudian hasil penyelidikan menyimpulkannya sebagai kecelakaan.
Modi, anggota BJP yang seringkali dianggap sebagai calon perdana menteri India, telah lama dituduh oleh kelompok-kelompok HAM menutup mata atas pembunuhan anti-Muslim itu.
Interogasi yang dilakukan polisi mendatangkan pujian dari keluarga para korban Gujarat.
"Saya tak peduli apa yang terjadi selanjutnya tapi ini bagus bahwa Modi telah mendapatkan panggilan," ujar Zakia jafri.
"Saya sulit tidur sejak insiden itu. Sekarang biarkan dia (Modi) juga sulit tidur."
Anak laki-laki Jafri, Tanveer, mengatakan bahwa ia berharap keluhan ibunya terhadap Modi akan berujung pada dakwaan resmi.
Sejumlah pengacara dan aktivis, yang telah mengkampanyekan keadilan bagi para korban Muslim, menyambut baik pemanggilan itu.
"Ini adalah langkah bagus pertama menuju keadilan," ujar Mukul Sinha, seorang pengacara yang mewakili para korban.
Teesta Setalvad, aktivis hak asasi yang mendukung para korban Muslim, memuji langkah tersebut sebagai langkah yang telah lama tertunda yang belum cukup.
"Saya harap ini akan berujung pada dakwaan konspirasi untuk Modi," ujarnya.(rin/io) www.suaramedia.com
- Panggilan Adzan Kalahkan Kekuatan Israel Zionis
- Maroko Ambil Tindakan Keras Atas Misionaris Penarget Anak-Anak Muslim
- Atheis India: Islam Adalah Agama Yang Diturunkan Tuhan
- Ajaran Mulia Islam Rubah Jalan Sandera Al Qaeda
- Misionaris Malaysia Manfaatkan Al-Qur’an Untuk Media Kristenisasi














