Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Ajaran Mulia Islam Rubah Jalan Sandera Al Qaeda

E-mail Cetak PDF

MAGHREB (Berita SuaraMedia) – Kelompok Al Qaeda di Afrika Utara mengatakan pada hari Jumat (12/03) bahwa mereka telah melepaskan seorang wanita Spanyol yang ditawannya selama 100 hari di Mauritania karena ia secara sukarela telah memeluk Islam.

Dalam sebuah pernyataan yang dipasang di situsnya, Al Qaeda di Maghreb mengatakan juga telah memperhitungkan alasan kesehatan dalam memutuskan untuk membebaskan pekerja bantuan Alicia Gamez, tanpa penjelasan lebih lanjut tentang alasan kesehatan yang dimaksud.

"Wanita Spanyol itu telah masuk Islam secara sukarela setelah para mujahidin memperlihatkan ajaran Islam kepadanya. Ia mengambil nama Aisha," bunyi pesan singkat tersebut.

Gamez, 35 tahun, dan dua koleganya yang masih disandera oleh kelompok itu, bekerja sebagai sukarelawan untuk sebuah organisasi bantuan bernama Barcelona Accion Solidaria. Mereka diculik oleh kelompok bersenjata pada tanggal 29 November saat mengirimkan barang-barang bantuan ke desa-desa miskin di Mauritania.

Sebuah foto bersama pernyataan itu memperlihatkan tiga pria bersenjata berdiri di belakang Gamez dan tawanan lainnya. Gamez tampak di foto itu mengenakan selembar jilbab.

Ia dibebaskan pada hari Rabu (10/03) dan tiba di rumah pada hari yang sama di mana ia disambut oleh keluarga dan teman-temannya saat turun dari pesawat angkatan udara Spanyol yang membawanya pulang dari Afrika.

Media Islam melaporkan bahwa penyanderanya menuntut tebusan sebesar lima juta dolar dan pembebasan kolega mereka yang dipenjara di Mauritania. Wakil perdana menteri Spanyol, Maria Teresa Fernandez de la Vega, mengatakan pada hari Rabu bahwa tidak ada tebusan yang dibayarkan.

"Kami mengatakan kepada pemerintah Spanyol bahwa langkah positif atas nama kaum mujahidin ini mensyaratkan kalian agar merespon permintaan sah kami," bunyi pernyataan tadi. "Ini adalah persyaratan bagi keselamatan warga negara kalian lainnya."

Kelompok Al Qaeda Afrika Utara, yang dibentuk tiga tahun lalu ini, tetap kecil dan sangat terisolasi, dengan anggota beberapa ratus yang sebagian besar berbasis di utara Mali. Sejauh ini, kelompok itu belum bertindak melampaui penculikan untuk mendorong tujuan global Al Qaeda, namun AS memperingatkan bahwa kelompok itu tumbuh semakin aktif dan menarik anggota-anggota baru.

"Saya senang berada di rumah, namun saya perlu waktu untuk memulihkan diri," ujar Gamez  dalam pernyataan singkatnya setelah turun dari pesawat di bandara Barcelona.

Mengenakan celana jins, kaus warna pink dan jaket hitam, ia tampak sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda jelas dari musibah yang dialaminya.

"Yang ingin saya lakukan sekarang adalah istirahat dan, di atas segalanya, bersama dengan keluarga saya," ujar Gamez, yang dalam penerbangannya ditemani oleh saudara laki-lakinya dan Menteri Negara untuk Kerjasama Internasional, Soraya Rodriguez.

Dalam kesempatan itu ia meminta dibebaskannya kedua sandera lain yang ditangkap pada saat yang sama, Roque Pascual dan Albert Vilalta.

"Kebahagiaan saya akan lengkap jika Albert dan Roque juga pulang ke rumah," ujarnya.

"Saya ingin mengatakan bahwa keduanya baik-baik saja, kami diperlakukan dengan baik, dengan hormat dan diperhatikan, di dalam keterbatasan gurun pasir," ujar Gamez.(rin/dn/ap) berita  www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon