Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Film Iran Picu Perdebatan Atas Penggambaran Nabi Muhammad SAW

E-mail Cetak PDF

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Rencana seorang pembuat film terkenal Iran, Majid Majidi, untuk menggambarkan Nabi Muhammad dalam sebuah film tentang masa kecil tokoh kaum Muslim itu memicu kontroversi dalam dunia Islam atas kebolehan penggambaran visual Nabi.

Nominator Piala Oscar Majidi awal bulan ini mengumumkan bahwa dirinya akan menyutradari sebuah film tentang masa 12 tahun pertama kehidupan Nabi Muhammad yang akan difilmkan di beberapa negara di Timur Tengah, terutama di Maroko, di mana ia berencana mengambil gambar sebagian besar adegan.

Film berjudul "Muhammad" itu diperkirakan akan menjadi yang paling mahal dalam perfilman Iran dengan anggaran mencapai 30 juta dolar.

Pembuat film Iran, Kambuzia Partovi, yang menyutradarai "Cafe Transit" di tahun 2005, membutuhkan waktu tiga tahun untuk menulis naskah filmnya, yang kini sedang menunggu revisi dari sekelompok sejarawan dan cendekiawan relijius.

Dokumen bersejarah yang digunakan sebagai referensi untuk film tersebut dikumpulkan dan diterjemahkan oleh sekelompok ahli di Iran, Maroko, Tunisia, Libanon, Irak, dan Aljazair, ujar Majidi dalam sebuah konferensi pers.

Menyadari bahwa film tentang Nabi kaum Muslim jauh lebih sedikit daripada tentang Yesus atau Nabi Musa, misalnya, berkontribusi dalam ketertarikan Majidi untuk membuat film tersebut.

"Terdapat lebih dari 200 film tentang Yesus dan lebih dari 100 tentang Nabi Musa sementara film tentang Nabi Muhammad hanya ada 40," ujarnya.

Film Majidi yang banyak mendapat pujian, "Children of Heaven", dinominasikan untuk Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Academy Award tahun 1998.

Penggambaran visual Nabi Muhammad diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan besar dalam proyek Majidi, terutama bahwa film itu hanya sebagian dari serangkaian kehidupan Nabi.

Juru bicara untuk Pusat Sinematografis Maroko (MCC), Mohammed Bakrim, mengatakan bahwa Maroko belum memberikan ijin pada Majidi untuk mengambil gambar filmnya di negara tersebut.

"Meskipun film Majid Majidi termasuk besar dalam skala produksi, Maroko telah membuat keputusan sejak lama. Ada beberapa topik yang tidak dapat kami ijinkan untuk difilmkan di Maroko," ujar Bakrim kepada surat kabar Akhbar al Youm.

Terdapat sejumlah fatwa dalam dunia Islam yang melarang penggambaran visual dari Nabi dan para istri serta sahabatnya namun kontroversi itu masih belum reda di antara cendekiawan relijius.

Ulama terkenal Mesir, Sheikh Yusuf al-Qaradawi, mengijinkan penggambaran beberapa sahabat Nabi, sementara Mufti Besar Saudi melarang peniruan semua sahabat dan istri Nabi serta para nabi lainnya.(rin/aby) Brita www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon