Ayşe Bayrak-de Jager telah mengklaim bahwa advokasi PVV tentang pelarangan jilbab di lembaga publik diskriminatif terhadap dirinya dan kaum muslimah lainnya.
"Jilbab saya adalah bagian dari identitas saya dan saya pasti tidak akan melepasnya." Bayrak-de Jager dikutip dalam De Telegraaf.
"Saya telah menjadi seorang Muslim dan saya memilih sendiri untuk memakai jilbab." Muslimah itu mengatakan dia akan terus melakukannya. "Saya hanya akan membiarkan satu orang menanggalkan pakaian saya dan itu adalah suami saya."
Tidak jelas apakah akan ada larangan jilbab seperti itu. koalisi De Roon menghentikan diskusi itu minggu lalu, karena tidak ada fraksi politik lain ingin mendukung PVV pada masalah ini.
PVV menyukai larangan pemakaian jilbab di lembaga-lembaga publik seperti sekolah dan gedung-gedung pemerintah mirip dengan Turki dan Prancis namun karena partai itu tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan koalisi Almere itu tidak mungkin bahwa ini akan menjadi kebijakan.
Kritikus telah menganggap keluhan tersebut sebagai sembrono dan menyarankan itu hanya akan memberikan tambahan publisitas dan dukungan kepada PVV.
Polisi dan Raymond de Roon belum merespons.
PVV, yang hanya memperebutkan dua dari 394 pemerintahan kota, berada di peringkat pertama di Almere. Sebuah kota di dekat Amsterdam, memenangkan 21% suara menurut hasil perhitungan awal.
Mereka juga memenangkan delapan kursi di Den Haag dan berada di peringkat kedua setelah Partai Buruh (PvdA) yang memperoleh 10 kursi.
Larangan terhadap jilbab akan menjadi poin penting dalam negosiasi PVV untuk bergabung dalam koalisi pemerintah di Almere dan Hague. Larangan tersebut berlaku bagi para pegawai dewan kota serta semua institusi dan klab yang mendapat uang dari pemerintah setempat. Demikian kata pemimpin PVV, Geert Wilders kepada RTL News.
Menurut Wilders, perihal jilbab tersebut akan menjadi fokus pembicaraan dengan para eksekutif pemerintahan lokal di dua kota. Di Almere dan Hague, PVV akan bertarung untuk memperebutkan suara di dalam pemilu pada tanggal 3 Maret mendatang.
Larangan tersebut akan berlaku di semua kantor dewan serta semua institusi dan klab yang mendapat uang dari dewan, meskipun cuma satu sen sekali pun, tegas Wilders.
PVV diperkirakan akan menjadi partai terbesar di Almere dan terbesar kedua di Hague.
Wilders berpidato di depan para pendukungnya di Almere. Ia memasuki ruangan sambil diiringi lagu tema film Rocky, Eye of the Tiger. Lagi-lagi, ia mengungkit perihal jilbab.
Menurut Wilders, benda-benda religius seperti salib Kristen dan yarmulke Yahudi tidak dilarang. Sebab, benda-benda tersebut merupakan simbol budaya Belanda. Para pendukung Wilders memberinya standing ovation.
Wilders saat ini sedang menghadapi dakwaan diskriminasi dan memicu kebencian terhadap imigran non-Barat dan Muslim.
Ia terkenal untuk serangan-serangannya terhadap Islam dan kaum Muslim, yang membentuk satu juta dari 16 juta penduduk Belanda.
Pada bulan Maret 2008 ia merilis sebuah dokumenter berdurasi 15 menit, berjudul "Fitna", yang menuduh Ial Quran menganjurkan kekerasan. (iw/dpr/mw) www.suaramedia.com
- Universitas Inggris Bocorkan Data Pribadi Muslim Kepada Polisi Anti-Teror
- Islamic Center Tingkatkan Integritas Di Kota Kecil Austria
- Menteri: Ulama Adalah Senjata Utama Perangi Ekstrimisme
- Wilders Bagaikan Momok Bagi Anak-Anak Muslim Belanda
- Label Halal Di Swiss Membingungkan Komunitas Muslim















