Shahid Malik, menteri komunitas, mengatakan para staf yang memberikan layanan spiritual dapat membantu untuk membimbing mereka yang memiliki sudut pandang terdistorsi tentang agama atau masyarakat.
Hal ini dikemukakan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kemampuan para penceramah radikal dan teroris untuk menyusup ke lembaga-lembaga publik di Inggris.
Problem radikalisasi di kampus-kampus menjadi sorotan ketika terungkap bahwa Umar Farouq Abdulmutallab, pengebom gagal pesawat Detroit AS, menjalin kontak dengan ekstremis ketika menjadi mahasiswa di University College London.
Ulama-ulama ekstremis yang mendekam di penjara, seperti Abu Qatada dan Abu Hamza, dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh kuat terhadap rekan-rekan narapidananya.
Mengejutkan ketika terungkap bahwa salah satu tersangka di balik bom mobil di bandara Glasgow dan klab malam London, Bilal Abdulla, adalah seorang dokter NHS.
"Sejumlah peristiwa terbaru mengarahkan pada pertanyaan tentang pengaruh di tempat kerja di beberapa institusi kita," ujar Malik.
"Kita tahu bahwa ulama bukanlah masalah ketika berbicara mengenai pemberantasan ekstremisme namun mereka bisa menjadi bagian dari solusi."
"Dengan menawarkan dukungan, saran, dan bimbingan agama kepada individu-individu yang mungkin tertarik dengan sudut pandang terdistorsi akan agama dan masyarakat mereka memiliki peran penting untuk dimainkan dalam memastikan bahwa para ekstremis tidak memperoleh pengaruh di dalam institusi-instusi publik kita."
Malik menyambut baik sebuah laporan tentang peran ulama di dalam organisasi-organisasi sektor publik yang didanai oleh Departemen Komunitas dan Pemerintah lokal dan memfokuskan diri pada pengalaman kaum Muslim.
Penulis penelitian itu, Fiyaz Mughal, mengatakan, "Panduan ini ditujukan untuk memberikan lebih banyak rasa percaya diri kepada para pemberi kerja, masyarakat, dan ulama-ulama sendiri dalam peran keulamaan untuk menjadikannya penting kinerja institusi yang penuh semangat, jujur, dan aman."
"Dengan memberikan dukungan yang lebih baik kepada para ulama dan yang memakai jasa mereka, melalui panduan-panduan ini, kita dapat menghentikan ekstremis berceramah di tempat-tempat seperti penjara, rumah sakit, dan universitas. Di sini, banyak orang yang mudah terpengaruh dengan pesan-pesan ekstremisme karena mereka seringkali merasa rapuh, sendirian, dan kebingungan." (rin/tg/ie) www.suaramedia.com
- Inggris Abadikan Daftar 20 Blogger Islam Paling Berpengaruh
- CAIR : Pelatihan Militer Putar Film Propaganda Anti-Islam
- Imam Mogra Jembatani Pertukaran Ide Muslim Inggris - India
- Universitas Inggris Bocorkan Data Pribadi Muslim Kepada Polisi Anti-Teror
- Islamic Center Tingkatkan Integritas Di Kota Kecil Austria














