Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Islamic Center Tingkatkan Integritas Di Kota Kecil Austria

E-mail Cetak PDF

WINA (Berita SuaraMedia) – Bad Voslau adalah kota Austria yang sangat tradisional dengan jumlah penduduk sekitar 11,000 jiwa dan berlokasi di dekat Wina. Kota itu mungkin adalah tempat terakhir yang diharapkan akan memiliki sebuah Islamic Center megah.

Namun itulah tepatnya yang terjadi baru-baru ini. Pusat Kebudayaan Islam Bad Voslau dibuka pada bulan Oktober 2009 di tengah-tengah lingkungan yang penduduknya didominasi keturunan Turki.

Sekarang, kota kecil itu telah menjadi titik nyala untuk benturan kebudayaan Islam di Eropa.

"Dulu ada ruang sholat di Bad Voslau," ujar Walikota Christoph Prinz. "Usianya tua dan tidak memenuhi kebutuhan mereka sehingga mereka pun merencanakan gedung yang baru."

Prinz mengatakan kepada kantor berita CBN News bahwa para tokoh masyarakat Turki pertama kali mendekatinya tentang pembangunan Islamic Center pada tahun 2006. Sekitar 900 Muslim Turki tinggal di Bad Voslau, mencapai 10% dari total populasi.

"Kami menjalani proses mediasi selama hampir dua tahun," ujar Prinz. "Dan di dalam proses ini kami berusaha menerima semua opini dan aspek yang berbeda dari pembangunan itu."

Salah satu politisi setempat mengatakan bahwa proses mediasinya salah sejak awal dan kurang transparan.

"Pada awalnya, ada upaya untuk tidak memberitahu masyarakat tentang rencana Masjid ini," ujar Peter Gerstner, anggota Partai Kebebasan Austria. "Namun seorang anggota dewan setempat dari Partai Kebebasan mengungkap rencana tersebut dan dalam waktu dua minggu kami mampu mengumpulkan 1,600 tanda tangan untuk menolak proyek itu."

"Namun walikota tidak menganggap ini sebagai masalah, menyiratkan bahwa semuanya telah beres dan Masjid itu akan dibangun karena kami membutuhkannya untuk integrasi," ujar Gerstner.

Ada beberapa peraturan dasar yang disodorkan dalam proses mediasi, antara lain: Masjid hanya boleh memiliki kubah yang sangat kecil untuk dibangun bersama dengan menaranya, Masjid itu dibangun di lokasi yang tidak terlihat dari jalan raya, dan harus ada tembok yang dibangun di sekitar kompleks (tembok itu tidak pernah dibangun dan digantikan dengan pagar kecil.)

"Ada juga beberapa orang yang melihat menara dan kubah itu sebagai tanda dominasi Islam," ujar Walikota Prinz.

CBN News baru-baru ini mendapat tur eksklusif ke Islamic Center oleh direkturnya, Selfet Yilmaz. Masjid itu adalah sebuah mahakarya. Terdapat pula sejumlah ruang kelas, ruang pertemua, dan halaman untuk aktivitas sepulang sekolah.

"Gedung ini terbuka 24 jam sehari dan kami mendapat banyak pengunjung," ujar Yilmaz. "Setiap hari kami menerima 50 pengunjung dari seluruh Austria, bahkan terkadang dari luar Austria, yang ingin melihat proyek ini dan ingin melihat bagaimana proyek ini terbuka dan transparan. Penting bagi kami untuk menemukan landasan yang sama dengan penduduk setempat."

CBN News mengetahui bahwa sejumlah persyaratan diajukan sebelum Islamic Center dapat dibangun dikarenakan kekhawatiran bahwa komunitas Turki tidak berasimilasi ke dalam kebudayaan Austria.

"Saya dan politisi lain dari Partai Kebebasan sering diberi informasi mengenai para gadis yang tidak bisa melewati area Turki tanpa diteriaki pelacur dan ejekan-ejekan lain yang lebih buruk," ujar Gerstner kepada CBN. "Ini juga terjadi di tempat-tempat lain, seperti klab malam, dan situasinya memburuk bagi gadis-gadis muda Austria."

"Karena Masjid baru itu, para pemuda Turki merasa lebih kuat dan berani hingga pemuda Austria tidak dapat melalui area taman tanpa diganggu oleh sekelompok orang dewasa Turki yang mengatakan, Apa yang kau lakukan di sini? Semua ini milik kami. Pergi sana," tambahnya.

Yilmaz dan walikota mengatakan bahwa kompleks itu meredakan ketegangan, bahwa itu adalah sebuah rumah terbuka di mana non-Muslim bebas  untuk masuk dan mengamati.

"Masjid dan proyek pusat kebudayaan ini telah meningkatkan integrasi," ujar Yilmaz.

Gerstner sangat tidak sependapat.

"Orang-orang Turki hidup di kalangan mereka sendiri," ujarnya. "Dan sebagai hasilnya, tidak memiliki alasan atau kebutuhan untuk berintegrasi atau pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan penduduk lokal dan pribumi." (rin/ie) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon